BEKASI,- Di tengah gempuran kawasan industri modern yang mendominasi Kabupaten Bekasi, sebuah usaha tradisional pembuatan batu bata merah atau yang dikenal dengan sebutan Lio, masih eksis dan bertahan.
Usaha tersebut berada di Kampung Jamjan, RT 09 / RW 14, Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Di lokasi itu, terlihat para pekerja dengan penuh semangat mengolah tanah liat menjadi bata merah di bawah saung panjang beratap bambu dan genteng.
Prosesnya masih sangat manual dan tradisional. Mulai dari mengaduk tanah liat yang dicampur sekam, mencetak satu per satu, hingga mengangkut hasil cetakan menggunakan gerobak kayu beroda satu yang didorong mengangkut puluhan kilogram batu bata merah.
Pemilik Lio, H. Acep mengatakan, usaha ini bukan usaha baru. Ia telah bertahan lintas generasi.
“Lokasi di Kp. Jamjan, Desa Wibawamulya, Kec. Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Dari jaman tahun 70-an sampai sekarang pembuatan bata merah Lio masih bertahan dan masih berjalan dengan baik,” kata H. Acep, Sabtu (17/10/2026).
Keberadaan industri Lio ini ternyata memiliki peran sosial yang sangat penting bagi masyarakat sekitar. Di saat banyak warga sulit masuk ke pabrik-pabrik industri besar karena keterbatasan usia, ijazah, dan skill, industri bata merah ini menjadi alternatif mata pencaharian yang menolong.
“Sangat menolong bagi pekerja yang ga masuk ke industri,” tambahnya.
Di lokasi Lio tersebut, sedikitnya ada 7 orang pekerja yang terlibat dalam satu saung. Mereka bekerja secara gotong royong, mulai dari menggali tanah, mencampur adonan, hingga mendorong gerobak penuh tanah liat.
Dengan masih bertahannya industri tradisional seperti ini, diharapkan pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memberikan perhatian lebih terhadap UMKM tradisional. Baik dari segi permodalan maupun bantuan alat agar produksi lebih efisien, namun tetap mempertahankan ciri khas tradisionalnya.
Industri bata merah Lio di Cibarusah ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal masih mampu bertahan dan menjadi penyangga ekonomi di tengah modernisasi Kabupaten Bekasi yang begitu pesat.
(Red)