Bandung– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat kini tampil dengan narasi baru yang lebih segar. Di bawah kepemimpinan pengurus yang relatif muda, MUI Jabar berkomitmen membawa semangat “angin perubahan” dalam menyikapi berbagai persoalan umat dan bangsa.
Semangat Muda dan Kedewasaan Berpikir
Kepala Bidang Dakwah Mui Jabar Kh Nonof Hanafi mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan MUI Jawa Barat saat ini didominasi oleh figur-figur muda. Menurutnya, jiwa muda identik dengan semangat yang agresif namun tetap mengedepankan kedewasaan dalam bersikap.
“Meskipun berjiwa muda, kedewasaan dalam menyikapi isu-isu keagamaan dan lingkungan menjadi pijakan utama kami,” ujar Nonof dalam keterangannya.
Fokus pada Isu Lingkungan dan Bencana
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian MUI Jabar adalah sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam pelestarian lingkungan.
Hal ini dinilai sangat relevan mengingat kondisi cuaca ekstrem atau masa pancaroba yang memicu berbagai bencana alam, seperti yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat baru-baru ini.
Kami memandang bahwa nilai-nilai agama harus menjadi panduan (guidance) bagi pemerintah dalam menjaga keutuhan alam Jawa Barat yang indah.
Kolaborasi antara pemahaman spiritual dan konsep kebijakan pemerintah diharapkan mampu menciptakan Jawa Barat yang lebih terjaga.
Komitmen Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Senada dengan hal tersebut, Kami menegaskan posisinya sebagai mitra strategis yang tetap kritis.
Kami berkomitmen untuk selalu patuh pada garis kebijakan MUI tingkat nasional dan provinsi.
Meskipun membangun sinergitas yang erat dengan pemerintah, Kami menegaskan tidak akan menghilangkan sisi Amar Ma’ruf Nahi Munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan).
“Kedekatan dengan pemerintah bukan berarti menghilangkan peran ulama dalam memberikan teguran atau masukan demi kepentingan umat di Jawa Barat,” pungkasnya.







