Indramayu, kabarnusa24.com
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan melakukan pendampingan kepada para petani di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Karyoto, saat penandatanganan kerja sama antara Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dengan Polri di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Komjen Pol. Karyoto menjelaskan, pendampingan dan pengawasan akan difokuskan kepada petani mitra Polri yang membudidayakan komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Karyoto juga menyampaikan apresiasi kepada H. Mulyadi atas komitmennya dalam mendukung berbagai program ketahanan pangan. Menurutnya, kepedulian H. Mulyadi terhadap sektor pertanian telah memberikan kontribusi positif melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas budidaya padi, jagung, dan kedelai.
Sementara itu, Ketua Umum FKDB Pusat, Cucu Kurnia, menegaskan komitmennya bersama Polri untuk mengembangkan lahan kosong seluas 200 ribu hektare. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk penanaman padi premium, jagung hibrida, serta berbagai bibit buah-buahan. Tahap awal pengembangan akan dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, serta Kabupaten Sukabumi dengan komoditas unggulan durian dan kopi.
Di Kabupaten Indramayu, Ketua FKDB Kabupaten Indramayu, Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lahan jagung seluas 150 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 5,6 ton per hektare. Namun, para petani masih menghadapi kendala berupa serangan hama babi hutan dan tikus yang memengaruhi hasil panen.
Selain itu, FKDB juga tengah mengembangkan budidaya kedelai di lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 210 hektare yang berada di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Tantangan utama yang dihadapi dalam pengembangan komoditas tersebut adalah keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan irigasi.
Mulyadi berharap Baharkam Polri dapat memberikan dukungan berupa pendampingan teknologi pertanian serta solusi penyediaan air, sehingga produktivitas petani meningkat dan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan secara optimal.







