DaerahKetahanan Pangan

Krisis Air Irigasi Saat MT II, Petani Jatibarang Terpaksa Jaga Sawah Semalaman

3
×

Krisis Air Irigasi Saat MT II, Petani Jatibarang Terpaksa Jaga Sawah Semalaman

Sebarkan artikel ini
Krisis Air Irigasi Saat MT II, Petani Jatibarang Terpaksa Jaga Sawah Semalaman

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Memasuki musim tanam gadu (MT II), petani di kawasan Blok Sampang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mulai menghadapi krisis pasokan air irigasi. Kondisi ini membuat sebagian petani rela berjaga hingga semalaman demi memastikan sawah mereka mendapat aliran air.

Kawasan Blok Sampang yang berbatasan dengan Kecamatan Indramayu menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Menurunnya debit air, sementara kebutuhan irigasi meningkat karena musim tanam berlangsung serentak, membuat distribusi air semakin terbatas.

Petani yang memiliki lahan di bagian tengah hingga hilir hamparan sawah menjadi pihak yang paling dirugikan. Aliran air kerap habis sebelum mencapai lahan mereka sehingga banyak petani harus menunggu hingga larut malam, bahkan dini hari, untuk mendapatkan giliran air.

Adi (42), petani asal Kecamatan Jatibarang, mengatakan dirinya terpaksa menginap di sawah agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh aliran air irigasi.

“Kalau tidak dijaga semalaman, sawah yang berada di tengah hampir pasti tidak akan kebagian air,” katanya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Adi, hampir seluruh petani kini memasuki musim tanam gadu secara bersamaan. Akibatnya, kebutuhan air meningkat tajam, sedangkan pasokan dari saluran irigasi tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

Meski telah diterapkan sistem pembagian jadwal pengairan, kondisi di lapangan masih belum ideal. Wilayah hulu juga sedang memasuki masa tanam sehingga kebutuhan air meningkat di semua daerah dan distribusi ke wilayah hilir menjadi semakin terbatas.

“Wilayah atas juga sedang tanam. Jadi sama-sama membutuhkan air. Akhirnya petani di hilir harus berebut. Yang paling dirugikan tentu yang sawahnya berada di tengah atau paling ujung,” jelasnya.

Para petani berharap pemerintah dan pihak pengelola irigasi dapat mengambil langkah cepat untuk mengoptimalkan distribusi air. Mereka khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut, proses tanam akan terhambat dan berpotensi menurunkan hasil panen pada musim tanam gadu tahun ini.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin