MAKASSAR, KABARNUSA24.COM
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.(KLH/BPLH) terus mendorong transformasi tata kelola persampahan nasional agar lebih modern dan terpadu. Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, dalam rangkaian kunjungan kerja strategis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam lawatan ini, Menteri Jumhur memimpin rapat koordinasi percepatan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, jajaran pemimpin daerah terkait, serta pihak
off-taker PT Semen Tonasa.
Percepatan Proyek PSEL dan Pengolahan RDF Menteri Jumhur memaparkan bahwa fasilitas PSEL dirancang secara modern agar tertata rapi dan bersih, sehingga tidak lagi identik dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) konvensional yang kumuh dan berbau.

“Hal yang harus diingat bahwa kalau PSEL sudah jadi nantinya maka tidak akan ada bau sama sekali dan tidak akan seperti Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang selama ini dilihat masyarakat. Tapi nantinya justru terlihat seperti sebuah mal yang bersih dan indah,” ujar Menteri Jumhur.
Andi Sudirman menyambut baik koordinasi tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan opsi lokasi terbaik untuk mendukung realisasi proyek PSEL yang mencakup wilayah aglomerasi.
Selain PSEL, KLH/BPLH juga mendorong penerapan teknologi pengolahan alternatif seperti Refuse-Derived Fuel (RDF) agar sampah dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara yang bernilai ekonomis bagi industri.
Instruksi Siaga Kebakaran TPA di Musim Kemarau
Di sela-sela pembahasan infrastruktur jangka panjang, Menteri Jumhur memberikan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi bencana
kebakaran TPA mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November.
“Saya minta semua pemda, baik pemkab dan pemkot untuk waspada bencana kebakaran TPA. Kerahkan pemadam kebakaran untuk melakukan pembasahan terhadap area TPA,
karena sampah di TPA mengandung gas metan yang tinggi. Pastikan tidak boleh ada orang bakar sampah sembarangan di situ atau merokok sembarangan juga tidak boleh,” tegas Menteri Jumhur.
Apresiasi Pengelolaan TPA Tamangapa Antang Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan langsung ke TPA Tamangapa Antang dan Instalasi Pengolahan Lindi (IPAL). Pada kesempatan tersebut, Menteri Jumhur mengapresiasi penerapan metode controlled landfill serta pemanfaatan gas metan yang diolah dan disalurkan secara gratis kepada warga sekitar.
“Kerja Pak Wali Kota sudah oke. Kira-kira sudah 90-an%, sesuai harapan KLH. Saya rasa ini cukup baik dan bisa dicontoh kota-kota lain di Indonesia,” kata Menteri Jumhur.
Melalui sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, KLH/BPLH optimistis tata kelola persampahan di berbagai wilayah Indonesia dapat terus disempurnakan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.(Rizky Tile)







