Daerah
33
×

Sebarkan artikel ini
oplus_34

PP-PBRI Lumajang Mandiri, Koperasi Rp1 Miliar dan Dua Asuransi Jaga Kesejahteraan Pensiunan BRI

 

LUMAJANG, Kabarnusa 24.com Minggu,16/8/2026— Persatuan Pensiunan BRI (PP-PBRI) Cabang Lumajang terus memperkuat kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Selain aktif membangun komunikasi dan kegiatan sosial, organisasi yang beranggotakan sekitar 150 pensiunan itu kini memiliki koperasi dengan perputaran dana mencapai sekitar Rp1 miliar.Acara ini berlangsung di Cafe Alka ,Jalan Srikaya, Sukodono.Sabtu,15/8/2026.

 

Ketua PP-PBRI Cabang Lumajang H.M. Harlah, SE, SH, mengatakan organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para pensiunan BRI, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

 

“Anggota kita kurang lebih 150 orang. Kalau suami dan istri semuanya sekitar 300 orang. Setiap bulan kita membangun komunikasi melalui berbagai kegiatan, seperti arisan, koperasi, olahraga, bernyanyi bersama, dan kegiatan lainnya,” ujar Harlah.

 

Menurut dia, koperasi PP-PBRI menjadi salah satu bentuk kemandirian organisasi. Dana yang beredar di koperasi tersebut telah mencapai sekitar Rp1 miliar dan seluruhnya diperuntukkan bagi anggota PP-PBRI.

 

Harlah menegaskan, selain kegiatan ekonomi, PP-PBRI juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Sebagian hasil yang diperoleh para pensiunan disisihkan untuk zakat dan infak yang kemudian disalurkan terutama kepada para pensiunan BRI dan keluarganya yang membutuhkan.

 

“Prinsipnya, kita perbaiki dan sejahterakan dulu rekan-rekan pensiunan BRI. Setelah itu, kalau ada bencana seperti Semeru dan lainnya, kita juga ikut memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

 

Akan Gelar Munas di Bogor

 

Kemandirian tersebut, kata Harlah, juga tercermin dari struktur organisasi PP-PBRI yang telah berjalan dari tingkat pusat hingga daerah. Organisasi juga secara rutin melakukan pengawasan dan audit terhadap pengelolaan keuangan.

 

Dalam waktu dekat, PP-PBRI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih Ketua Umum baru. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung pada September di kawasan Puncak, Ciloto, Bogor.

 

“Ada sekitar 350 orang dari seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih untuk memilih Ketua Umum yang baru,” ujar Harlah.

 

Ia mengatakan, pengelolaan organisasi dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Keuangan organisasi di tingkat daerah juga mendapatkan pengawasan dan audit dari pengurus pusat.

 

Pensiunan BRI Dapat Perlindungan Kesehatan

 

Selain membangun kemandirian ekonomi, PP-PBRI juga memberikan perhatian terhadap perlindungan kesehatan anggotanya. Saat ini, PP-PBRI Cabang Lumajang bekerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Wijaya Kusuma, RSI, dan Rumah Sakit Bhayangkara.

 

Menurut Harlah, para pensiunan BRI mendapatkan perlindungan melalui BPJS Kesehatan yang didukung asuransi tambahan dari BRI Life.

 

“Kalau kita masuk rumah sakit, kita menggunakan sistem COB. Jatah kita kelas satu. Kalau misalnya naik VIP, bisa dicover oleh BRI Life sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, mekanisme tersebut membuat para pensiunan tidak perlu terlalu khawatir terhadap biaya pelayanan kesehatan karena terdapat dua skema perlindungan yang dapat digunakan.

 

“BPJS digunakan terlebih dahulu. Kalau ada yang belum ditanggung BPJS, baru kita menggunakan BRI Life,” katanya.

 

Perlindungan tersebut khusus diperuntukkan bagi pensiunan dan pasangan. Sementara anak-anak pensiunan mengikuti kepesertaan BPJS secara mandiri.

 

Mandiri dan Tetap Peduli Masyarakat

 

Harlah menegaskan, PP-PBRI Cabang Lumajang berupaya membangun organisasi secara mandiri sehingga tidak bergantung pada pegawai BRI yang masih aktif.

 

“Kita sudah punya organisasi sendiri, pembiayaan sendiri, dan struktur sendiri dari pusat sampai daerah. Jadi kita berusaha mandiri dan tidak pernah meminta dana kepada yang masih aktif,” ujarnya.

 

Kemandirian finansial tersebut juga memungkinkan PP-PBRI menggelar berbagai kegiatan rekreatif dan mempererat hubungan antaranggota. Mulai dari kegiatan bersama di sejumlah tempat makan hingga rekreasi ke berbagai daerah seperti Yogyakarta dan Bandung.

 

Menurut Harlah, berbagai kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana menjaga komunikasi dan kekompakan para pensiunan setelah tidak lagi aktif bekerja di BRI.

 

Ia berharap seluruh anggota PP-PBRI dapat terus aktif menghadiri berbagai kegiatan organisasi. Bahkan, menurut dia, anggota dari luar daerah seperti Sidoarjo dan Probolinggo juga selama ini cukup antusias mengikuti kegiatan di Lumajang.

 

“Harapan saya, semua anggota kalau ada acara bisa datang. Karena tujuan kita menjaga komunikasi. Mudah-mudahan keberadaan PP-PBRI bukan hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkas Harlah.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin