1.200 Pendaftar Berebut 648 Kursi, SMKN 1 Lumajang Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Industri
LUMAJANG,kabarnusa24.com— Minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan di SMKN 1 Lumajang terbilang tinggi. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ini, sekitar “1.200 calon siswa” mendaftar, sementara daya tampung sekolah hanya “648 siswa”.
Tingginya jumlah pendaftar tersebut menjadi salah satu perhatian Komite SMKN 1 Lumajang untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, transparansi pengelolaan sekolah, hingga memperluas jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.
Komite SMKN 1 Lumajang, Budi Satria Andhika, S.E., M.M., mengatakan kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, komite dan pihak ketiga, termasuk dunia usaha, dunia industri serta insan pers, perlu diperkuat.
“Kolaborasi ini penting untuk bersama-sama memajukan kualitas pendidikan di SMKN 1 Lumajang,” kata Budi dalam pertemuan bersama jajaran insan media.
Menurut dia, sinergi tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran. Kerja sama juga diperlukan untuk membuka akses lulusan menuju dunia kerja, mendukung kegiatan siswa, serta memperkuat keterbukaan informasi mengenai program dan pengelolaan sekolah.
Di bawah semangat “Berkualitas dan Bersinar”, SMKN 1 Lumajang berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan anggaran sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa.
Siapkan Job Fair Sebelum Kelulusan
Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah “Bursa Kerja Khusus (BKK) atau Job Fair”yang direncanakan berlangsung sekitar tiga bulan sebelum kelulusan siswa.
Kegiatan tersebut akan melibatkan mitra dari “Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)”. Pesertanya tidak hanya calon lulusan SMKN 1 Lumajang, tetapi juga alumni dari tahun-tahun sebelumnya.
Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan lulusan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi kejuruan.
Komite juga berharap insan media turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan Job Fair. Selain itu, jejaring media dengan pelaku usaha diharapkan dapat membuka peluang lebih banyak perusahaan untuk berpartisipasi.
Kegiatan Siswa Didorong Tanpa Membebani Orangtua
Komite juga mendorong sekolah membangun kemitraan dengan pihak luar untuk mendukung kegiatan siswa.
Menjelang agenda tahunan sekolah yang rutin dilaksanakan pada Januari, misalnya, pencarian dukungan sponsorship akan diperkuat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan pentas seni siswa.
Dengan pola kemitraan tersebut, kegiatan siswa diharapkan tetap dapat berlangsung secara optimal tanpa menambah beban pembiayaan orangtua atau wali murid.
Transparansi Anggaran Jadi Perhatian
Selain pengembangan siswa dan hubungan dengan dunia kerja, komite menaruh perhatian pada transparansi pengelolaan anggaran sekolah.
Budi mengapresiasi keterbukaan SMKN 1 Lumajang dalam memaparkan penggunaan anggaran berdasarkan kebutuhan operasional dan pembelajaran.
Pada sektor fasilitas dan pemeliharaan, misalnya, anggaran diarahkan untuk perawatan sarana sekolah, termasuk pemeliharaan berkala puluhan unit AC dan berbagai peralatan praktik.
Untuk kebutuhan pembelajaran kejuruan, pengadaan peralatan seperti komputer, drone serta alat ukur dan teknologi “LIDAR” dilakukan berdasarkan kebutuhan program keahlian.
Sementara itu, anggaran perjalanan dinas untuk kegiatan “Praktik Kerja Lapangan (PKL)” difokuskan pada pengantaran, monitoring, hingga penjemputan siswa yang menjalani praktik, termasuk di lokasi yang berada di luar kota.
Keterbukaan mengenai penggunaan anggaran tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan pembiayaan sekolah diarahkan pada kebutuhan pendidikan.
Melalui kolaborasi sekolah, komite, dunia usaha, dunia industri dan media, SMKN 1 Lumajang berharap berbagai program serta prestasi siswa dapat lebih luas diketahui masyarakat.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pendidikan kejuruan yang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja setelah lulus.(D.S)







