Berita

Belum Stabil? Dharma Ferry 1 Kembali Gangguan, Keberangkatan Sapudi–Jangkar Batal

4
×

Belum Stabil? Dharma Ferry 1 Kembali Gangguan, Keberangkatan Sapudi–Jangkar Batal

Sebarkan artikel ini
Belum Stabil? Dharma Ferry 1 Kembali Gangguan, Keberangkatan Sapudi–Jangkar Batal

SUMENEP, Kabarnusa24.Com — Kapal Dharma Ferry 1 kembali mengalami gangguan teknis saat hendak melayani penyeberangan dari Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, menuju Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Rabu (7/10/2026).

Gangguan tersebut membuat keberangkatan kapal yang sebelumnya telah ditunggu para penumpang harus dibatalkan. Sejumlah penumpang bahkan disebut telah masuk ke dalam kapal sebelum akhirnya mendapatkan informasi bahwa kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Berdasarkan keterangan salah seorang petugas Syahbandar Kecamatan Gayam yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Dharma Ferry 1 sebelumnya tiba di Sapudi dari Pelabuhan Kalianget. Kapal tersebut kemudian dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Jangkar.

Namun, saat hendak diberangkatkan, kapal mengalami kendala teknis sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran. Kapal selanjutnya direncanakan kembali ke Sumenep untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan.

Kondisi tersebut membuat penumpang kecewa. Mereka mengaku telah menunggu cukup lama, bahkan harus berpanas-panasan sebelum akhirnya mengetahui keberangkatan kapal dibatalkan.

Salah seorang penumpang, Rahman, mengaku kecewa karena para penumpang sudah masuk ke dalam kapal, tetapi kemudian harus kembali turun akibat kapal tidak dapat diberangkatkan.

Kekecewaan juga dirasakan rombongan calon jemaah umrah yang hendak menggunakan jalur Jangkar untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju Surabaya. Salah seorang penumpang dari rombongan tersebut, yang disebut Bu Wati, turut mengeluhkan kondisi tersebut karena keberangkatan yang telah ditunggu akhirnya tertunda.

Bukan Kali Pertama

Gangguan teknis yang dialami Dharma Ferry 1 kali ini disebut bukan merupakan kejadian pertama.

Sebelumnya, pada 22 Agustus 2026, kapal yang sama juga dilaporkan mengalami gangguan saat melayani perjalanan dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Sapudi.

Saat itu, kapal disebut telah berlayar hingga titik tertentu sebelum akhirnya harus berbalik arah menuju Pelabuhan Kalianget. Berdasarkan informasi yang diterima, gangguan ketika itu ditandai dengan keluarnya asap dari bagian knalpot kapal.

Dengan kejadian pada 7 Oktober 2026 ini, gangguan teknis Dharma Ferry 1 disebut telah terjadi sedikitnya dua kali dalam perjalanan yang berkaitan dengan layanan menuju Pulau Sapudi.

Dharma Ferry 1 sendiri merupakan armada yang relatif baru digunakan untuk melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat Pulau Sapudi. Sebelumnya, masyarakat Sapudi memang mengharapkan adanya armada dengan kapasitas yang lebih besar untuk mendukung mobilitas penumpang dan barang.

Namun, munculnya gangguan teknis berulang membuat sebagian penumpang mempertanyakan keandalan armada tersebut.

Di tengah masyarakat juga beredar informasi bahwa mesin kapal tersebut merupakan mesin lama yang sebelumnya digunakan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk dan kemudian dialihkan untuk melayani rute Kalianget–Sapudi. Namun, informasi mengenai riwayat mesin tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak operator maupun instansi terkait.

Masyarakat Sapudi pada dasarnya mengharapkan peningkatan kualitas layanan transportasi laut, bukan hanya dari sisi kapasitas kapal, tetapi juga dari aspek keselamatan, keandalan armada, dan kepastian jadwal keberangkatan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Dharma Ferry 1 direncanakan kembali ke Sumenep untuk menjalani penanganan terhadap gangguan teknis yang dialami sebelum dapat kembali melayani pelayaran.

Penulis

Penulis: VANNI HERADIKAH,S.SosEditor: REDAKSI
Jurnalist: Dewi Apriatin