Kabarnusa24.com
BANDUNG, 17 Oktober 2026 – Ramainya perbincangan di media sosial mengenai peristiwa di Jalan Moch. Toha, Kota Bandung, pada Jumat (16/10/2026), mendapat tanggapan dari Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja. Ia menyampaikan klarifikasi untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak terhadap pedagang kecil di sekitar lokasi.

Menurut Tommy, penyebaran video dan informasi mengenai kejadian tersebut perlu disikapi secara bijak. Pasalnya, berkembangnya berbagai penafsiran di media sosial dikhawatirkan memunculkan persepsi yang kurang tepat, terutama terkait lokasi peristiwa yang disebut berada di depan lapak penjual pecel lele.
Ia menilai, persoalan yang ramai diperbincangkan di ruang digital jangan sampai berimbas pada keberlangsungan usaha masyarakat yang tidak ingin terlibat dalam polemik tersebut. Pedagang kecil, kata dia, perlu mendapatkan perhatian agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Tommy bersama anggota Paguyuban Cepot Motah menggelar kegiatan berbagi makanan pada Sabtu malam (17/10/2026). Dalam kegiatan itu, hidangan pecel lele dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan dukungan terhadap pelaku usaha kuliner sekaligus mengajak masyarakat agar tetap berkunjung dan berbelanja di lapak UMKM setempat.
Tommy juga mendatangi pedagang pecel lele untuk menyampaikan permohonan maaf apabila peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan atau berpengaruh terhadap kegiatan usaha mereka.
“Kami memohon maaf kepada pedagang pecel lele apabila kejadian kemarin menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap usaha mereka. Kami tidak ingin ada kesimpangsiuran informasi yang berkembang dan berujung menjadi polemik di masyarakat,” ujar Tommy.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi tersebut dilakukan agar persoalan yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan. Menurutnya, informasi yang beredar perlu dipahami secara menyeluruh sehingga masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau narasi di media sosial.
Paguyuban Cepot Motah Dorong Dukungan terhadap UMKM
Tommy menjelaskan, kepedulian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian Paguyuban Cepot Motah. Pihaknya memandang pedagang kecil sebagai bagian penting dari roda perekonomian masyarakat yang perlu mendapat dukungan bersama.
Karena itu, ketika muncul kekhawatiran bahwa ramainya pemberitaan suatu peristiwa dapat memengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap pedagang, pihaknya berupaya mengambil langkah nyata melalui kegiatan sosial.
Ia berharap masyarakat dapat memisahkan persoalan yang sedang menjadi perbincangan dari aktivitas usaha warga yang berada di sekitar lokasi. Dengan demikian, pedagang tetap memiliki kesempatan untuk menjalankan usahanya tanpa harus menanggung dampak dari kesalahpahaman informasi.
“Kami ingin masyarakat tetap merasa nyaman, dan para pedagang UMKM bisa terus berjualan dengan baik. Salah satu perhatian Paguyuban Cepot Motah adalah mendukung UMKM. Karena itu, kami ingin persoalan ini disikapi dengan baik, tanpa merugikan pedagang kecil,” tegasnya.
Melalui pembagian pecel lele secara cuma-cuma tersebut, Paguyuban Cepot Motah berharap hubungan dengan masyarakat tetap terjaga dan kepercayaan terhadap pedagang lokal dapat terus tumbuh.
Tommy juga mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum dipahami secara menyeluruh. Sikap tersebut dinilai penting agar penggunaan media sosial tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain, khususnya pelaku usaha kecil.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk ajakan untuk mendukung produk dan usaha lokal. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, keberlangsungan UMKM di Kota Bandung diharapkan tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat bagi perekonomian warga.
(Jaka)