BONDOWOSO, Kabarnusa24.Com – 30 Oktober 2026 – Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Bondowoso bergerak cepat memperkuat pengawasan dan menertibkan mekanisme penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini dilakukan menyikapi dugaan penyalahgunaan beras SPHP oleh oknum mitra penyalur di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga integritas pelaksanaan program pemerintah, sekaligus memastikan distribusi beras SPHP berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BULOG Kancab Bondowoso menegaskan bahwa pengawasan distribusi akan diperkuat melalui evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran, terutama pada jalur distribusi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan tata kelola distribusi beras pemerintah berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
BULOG Bentuk Satgas Khusus Penertiban Distribusi
Sebagai langkah strategis, BULOG membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas Khusus) Penertiban Program Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Pembentukan satgas tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan secara terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh wilayah operasional. Fokus pengawasan meliputi pemantauan jalur distribusi, evaluasi kepatuhan mitra penyalur, serta pemeriksaan pelaksanaan penyaluran beras pemerintah agar tetap sesuai dengan ketentuan.
Melalui langkah tersebut, potensi penyalahgunaan diharapkan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
Dengan demikian, distribusi beras SPHP dapat berjalan lebih tertib dan tujuan program stabilisasi pangan pemerintah tetap terjaga.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Bondowoso, Eko Yudi Miranto, menegaskan bahwa penguatan pengawasan merupakan langkah penting untuk menjaga integritas program SPHP sekaligus memastikan seluruh mitra penyalur menjalankan tanggung jawabnya secara konsisten.
“Penguatan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen BULOG Kancab Bondowoso dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan penyaluran beras SPHP berjalan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. Kami terus mendorong seluruh mitra penyalur untuk mematuhi ketentuan yang berlaku serta memastikan beras SPHP dapat diterima masyarakat sesuai tujuan program pemerintah,” tegas Eko Yudi Miranto.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh jajaran BULOG di wilayah kerjanya untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap setiap tahapan distribusi.
Menurutnya, penyaluran beras SPHP tidak sekadar berkaitan dengan distribusi komoditas pangan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Mitra Penyalur dan RPK Menjadi Fokus Evaluasi
Penguatan pengawasan juga menyasar penataan dan evaluasi jaringan mitra penyalur, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), yang menjadi salah satu saluran distribusi beras SPHP kepada masyarakat.
BULOG Kancab Bondowoso menekankan bahwa seluruh mitra penyalur wajib mematuhi ketentuan terkait distribusi, harga jual, serta larangan penyalahgunaan komoditas yang menjadi bagian dari program pemerintah.
Evaluasi secara berjenjang dan pengawasan yang lebih intensif diharapkan mampu meminimalkan risiko penyimpangan pada setiap mata rantai distribusi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh mitra agar menjalankan kegiatan penyaluran secara bertanggung jawab. Sebab, efektivitas program SPHP sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi hingga beras diterima masyarakat.
Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Beras
BULOG Kancab Bondowoso menegaskan bahwa penertiban dan pembenahan tata kelola distribusi merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas program SPHP, yang memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Bondowoso, Situbondo, dan sekitarnya.
BULOG berkomitmen untuk terus menjalankan penugasan pemerintah secara optimal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.
Selain itu, BULOG Kancab Bondowoso menyatakan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat berwenang dan siap memberikan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan agar setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani secara objektif dan tuntas.
Dengan pengawasan yang semakin diperketat, BULOG diharapkan mampu memastikan program SPHP tetap berjalan sesuai tujuan, yakni menjaga ketersediaan pasokan beras, membantu menstabilkan harga, serta memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang terjangkau.
Komitmen pengawasan tersebut menjadi penting agar beras program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mengabaikan ketentuan distribusi.