DaerahPolitik

DPR RI Soroti Stunting dan Nikah Dini DiBondowoso

4
×

DPR RI Soroti Stunting dan Nikah Dini DiBondowoso

Sebarkan artikel ini
DPR RI Soroti Stunting dan Nikah Dini DiBondowoso

Bondowoso, – kabarnusa24.com.

Dr Hj Nihayatul Wafiro MA anggota DPR RI bersama Ketua Fraksi PKB Bondowoso Tohari dan Caleg PKB Rusdy Hasan bertemu dengan 600 an simpatisan dan kader PKB di Aula SMK Negeri 4 Bondowoso, Sabtu (19/8/2023).

 

Nihayatul berbicara soal tata kelola kesehatan di Bondowoso, khusus nya, soal stunting dan pernikahan dini. Ia menyoroti soal pernikahan dini yang cukup tinggi di Bondowoso. “Yang mengajukan dispensasi nikah 1070 pasangan dan yang disetujui oleh PA atau pengadilan agama itu 1060 pasangan. Ini sebuah kasus yang besar, ” Katanya.

 

Oleh sebab itu, ia meminta DPRD Bondowoso dan bupati untuk melakukan langkah langkah pencegahan pernikahan dini, dan meminta pada para kiai dan tokoh agama agar ikut melakukan pencegahan pernikahan dini, sebab, pernikahan dini akan melahirkan generasi stunting.

BACA JUGA:  Polres Lampung Utara Amankan Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih Lampung Utara - Guna memberikan rasa aman dalam peringatan kenaikan Isa Al Masih, Polres Lampung Utara melakukan pengamanan di gereja-gereja yang menggelar peringatan tersebut di seluruh wilayah Kabupaten setempat, Kamis (29/5/25). Kapolres Lampung Utara melalui Kasi Humas AKP Budiarto menjelaskan, bahwa pengamanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para umat yang sedang melaksanakan ibadah. "Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah agar lebih khusus," katanya. AKP Budi juga menegaskan bahwa pengamanan serupa dilakukan di gereja-gereja di seluruh wilayah Polsek jajaran Polres Lampung Utara. Pengamanan tersebut dilakukan oleh personel Polsek di tempat-tempat gereja yang digunakan untuk ibadah umat Nasrani. "Selain pengamanan di gereja, personel jajaran Polres Lampung Utara juga melaksanakan kegiatan patroli antisipasi gangguan kamtibmas," ujarnya. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, baik dalam situasi wilayah maupun kegiatan ibadah merayakan kenaikan Isa Al Masih agar dapat dilakukan dengan penuh khidmat, aman, dan nyaman.(ris/Arson)

 

Tidak heran jika kasus stunting cukup tinggi di bondowoso, selain itu, Nihayatul Wafiroh berusaha meningkatkan pelayanan di puskesmas dan RSUD untuk melakukan pelayanan kesehatan, “Saya mengajukan anggaran untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dengan menyediakan mesin USG disetiap puskesmas agar mampu mendeteksi sakit kanker,” Katanya.

 

Apalagi saat ini lagi ngetren penyakit mematikan , baik yang menular maupun tidak menular, seperti diabetes, jantung, stroke, yang disebabkan gaya hidup,

 

Sementara itu, Tohari mengatakan pihak nya sudah melakukan pembentukan pansus cegah pernikahan dini, Juga ia banyak dapat keluhan dari masyarakat terkait pelayanan BPJS yang kurang memuaskan dibandingkan biaya sendiri, pihaknya juga sudah mengucurkan anggaran Rp 45 miliar untuk BPJS yang iurannya dibayarkan oleh APBD atau UHC.

 

Sedangkan Rusdy Hasan meminta masyarakat untuk memilih diri nya dan nihayatul Wafiroh serta Tohari dalam pemilihan umum Legislatif.

 

(Eko/AR).

Penulis