DaerahKesehatan

Semua Profesi Kesehatan Bergabung Bantu Masyarakat

4
×

Semua Profesi Kesehatan Bergabung Bantu Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Semua Profesi Kesehatan Bergabung Bantu Masyarakat

Bondowoso, – kabarnusa24.com.

Dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 59, RSUD dr Koesanadi Bondowoso dan Dinas Kesehatan Bondowoso melakukan serangkaian bakti sosial.

Semua Profesi Kesehatan Bergabung Bantu Masyarakat

Antara lain, menyalurkan bantuan susu 70 kaleng seharga 10 juta lebih untuk mengatasi stunting.

 

Melakukan sunatan masal sebanyak 25 anak sekolah. Pemberian sembako ke masyarakat cermee.

 

Melakukan pemeriksaan gigi. Pemeriksaan ibu hamil. Serta memberi bantuan bibit pohon untuk reboisasi.

Kamis (7/12/2023),

Semua Profesi Kesehatan Bergabung Bantu Masyarakat

Ketua Panitia HKN ke 59 Pasidi Sidik Sners MMKes mengatakan itu dilakukan untuk memperingati hari kesehatan Nasional. “Jadi semua profesi kesehatan yang bekerja di RSUD dr Koesnadi dan Dinas Kesehatan ikut berpartisipasi, ” Katanya.

 

BACA JUGA:  WAKIL BUPATI LAMPUNG UTARA HADIRI RDP BALEG DPR RI BAHAS TATA NIAGA DAN HILIRISASI UBI KAYU Jakarta, 25 Juni 2025 – Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., SH., MH., turut hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan para pemangku kepentingan industri ubi kayu, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/6/2025). Kehadiran Wakil Bupati Lampung Utara dalam forum strategis ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam memperjuangkan nasib petani singkong di daerahnya, sekaligus mendorong peningkatan tata niaga dan hilirisasi komoditas ubi kayu sebagai salah satu produk andalan masyarakat Lampung Utara. Dalam rapat yang juga dihadiri Gubernur Lampung serta Ketua Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia tersebut, berbagai persoalan utama terkait rendahnya harga jual singkong, tingginya biaya produksi, serta maraknya impor singkong dari luar negeri menjadi sorotan utama. Pemerintah daerah, termasuk Lampung Utara, berharap ada solusi konkret dari pemerintah pusat, khususnya terkait kebijakan harga, insentif bagi petani, serta dukungan dalam penguatan sektor hilir industri singkong. Menanggapi hal tersebut, sejumlah anggota Baleg DPR RI, termasuk La Tinro La Tunrung dari Fraksi PDI-Perjuangan, mendorong agar Kementerian Pertanian dan kementerian terkait lainnya lebih serius memberikan perhatian kepada para petani singkong di Lampung. Mereka menekankan perlunya modernisasi pertanian singkong, peningkatan akses terhadap pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan program hilirisasi agar petani tidak terus-menerus dirugikan. Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya agar aspirasi masyarakat Lampung Utara benar-benar menjadi perhatian dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis ini. "Kami berharap, melalui forum ini, ada langkah nyata dari pemerintah pusat untuk memperbaiki tata niaga singkong. Petani kami selama ini masih menghadapi tantangan berat, mulai dari biaya produksi tinggi, harga jual rendah, hingga ketidakpastian pasar. Lampung Utara sebagai salah satu sentra produksi singkong tentu sangat berkepentingan dalam hal ini," ujar Romli. Selain itu, Romli juga menyoroti pentingnya penguatan sektor hilirisasi di daerah, dengan mendorong hadirnya industri pengolahan singkong di Lampung Utara agar nilai tambah dari komoditas ini dapat dinikmati oleh masyarakat lokal. "Kami ingin Lampung Utara tidak hanya sebagai produsen bahan baku, tapi juga bisa menjadi pusat industri olahan singkong, sehingga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat," tambahnya. Dengan adanya RDP ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap aspirasi para petani singkong dan pelaku usaha di sektor ini dapat diakomodasi dalam kebijakan nasional, demi mendorong kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Lampung Utara.

Bahkan semua profesi kesehatan itu ikut urunan untuk membiayai kegiatan tersebut. Mereka berasal dari PPNI, IBI, IDI, IAI, PERSAKMI, PARI, PONKESDES, HAKLI, PATELKI, AHLI RADIOLOGI, PERSAGI, Ikatan Asisten Apoteker, dan organisasi PDGI (persatuan dokter gigi Indonesia)

 

Sementara itu, direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priatna menyambut baik kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kegiatan baksos berjalan lancar, ” Katanya. (Eko/ilyas).

Penulis