JAKARTA,- Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menggelar Musawarah Nasional (Munas) ke-2 di Hotel Paragon Jakarta dihadiri dan di buka langsung oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani pada Sabtu dan Minggu, 27-28 september 2025.
Dalam sambutannya Ketua MPR RI, Ahmad Muzani memandang Alumni JATTI sudah lepas dengan perkara diri masing-masing, artinya dilihat Muzani bahwa banyak Alumni JATTI yang keberadaannya dari sisi ekonomi tampak sederhana namun sudah bisa mendirikan tempat pendidikan seperti medirikan rumah tahfidz qur’an.
”Alumni timteng itu atau alumni timur tengah harus bisa bersama-sama membangun bangsa ini melalui dunia pendidikan. namun kedepan haruslah banyak juga dari alummi timur tengah harus bisa juga untuk menjadi pengusaha,” Kata Ahmad Muzani saat buka acara Munas JATTI ke-2
Dimomen acara, Iya juga menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah atas kemerdekaan Palestina, dimana Presiden Prabowo Subianto tegas tanpa ragu mengajak forum Internasional berdiri bersama Palestina bahkan Presiden Prabowo Subianto memberi solusi bagi kedamaian dan kemerdekaan ke dua negara yakni Palestina dan Israel, Tutur Muzani.
Dalam kesempatan acara, UBN panggilan atau sapaan akrab Ustadz Bakhtiar Nasir menyampaikan bahwa tujuan membangun JATTI untuk membangun organisasi yang transparan juga dapat menjalankan misi kemanusiaan. Baik didalam negri ataupun luarnegri seperti kepada negara Palestina ataupun di negara lain nya.
”Tujuan membangun Jatti ada beberapa misi diantaranya yaitu membangun diplomasi global dalam advokasi kemanusiaan dalam dan luar negri seperti membantu palestina Serta dapat mengomandoi menahkodai tata kelola organisasi Jatti yang transparan dan profesional.” Katanya
Lebih lanjut, UBN mengutarakan kisah singkatnya bahwa dahulu ia sangat diharapkan orang tuanya untuk menempuh sekolah bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Rahman Pimpinan KH. Sykron Makmun. Namun pada akhirnya UBN diterima masuk sekolah Pondok Pesantren Modern Gontor di Ponorogo Jawa Timur, ungkapnya
Diketahui bahwa JATTI saat ini telah dipimpin oleh UBN masuk pada periode ke Dua yakni kepemimpinan untuk 4 tahun kedepan 2025 -2029 Masehi.
Bersama para pengurus JATTI berharap dalam kepemimpinan UBN dapat melaksanakan Tugas senantiasa dalam keadaan bersih dari hawa nafsu dan bebas dari syahwat dalam menjalani setiap tugas amanah mulia JATTI.
Disebutkan retorika dakwah ala UBN dalam forum sidang Munas pasca terpilihnya menjadi Ketua Umum JATTI periode ke-2 pada Munas ke-2 ini bahwasanya terhimpun dana infak fii sabilillah sekitar 1 Miliar Rupiah dari beberapa mantan pengurus pusat JATTI untuk JATTI berdikari.
Reporter : Sutriacol Haris






