Daerah
4
×

Sebarkan artikel ini
oplus_2

Maulid Nabi di SMKN 1 Lumajang, Siswa Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah dan Peduli Anak Yatim

LUMAJANG,kabarnusa24.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 1 Lumajang tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan keteladanan akhlak Rasulullah sekaligus membangun kepedulian sosial siswa melalui santunan bagi anak yatim.

 

Kepala SMKN 1 Lumajang, Susie Harini, M.Pd., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi harus menjadi momentum bagi para siswa untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan sikap tawaduk serta penghormatan kepada guru dan lembaga pendidikan.

 

Menurut Susie, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui seremonial, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

 

“Ini adalah kegiatan di mana kita semua mewujudkan cinta kepada Rasulullah. Karena itu, jadikan momentum ini untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada yang bergurau atau berbicara sendiri,” ujar Susie saat memberikan arahan kepada siswa.

 

Ia meminta seluruh siswa menyimak tausiah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kehadiran siswa dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari proses mencari ilmu yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

 

Susie juga mengingatkan siswa agar tidak menjadikan berbagai peristiwa negatif yang terjadi di lingkungan sekitar sebagai contoh dalam kehidupan mereka.

 

“Anak-anak perlu melakukan introspeksi diri dan meneladani apa yang ada pada diri Rasulullah SAW, Nabi Muhammad. Apa pun yang buruk di luar sana jangan dijadikan contoh untuk kehidupan kalian ke depan,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, kesempatan siswa untuk belajar, beribadah dan menjalani kehidupan dengan tenang merupakan hasil dari perjuangan generasi terdahulu.

 

Karena itu, Susie meminta siswa menghormati setiap momentum keagamaan sebagai sarana untuk mengingat sejarah perjuangan dan memperbaiki diri.

 

“Yang utama adalah kalian harus disiplin, menjaga diri dan mendengarkan. “Tholabul ilmi”, ketika kalian duduk di sini untuk mencari ilmu, betul-betul dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Bukan hanya sekadar duduk, tersenyum, mengobrol, lalu pulang,” katanya.

 

Santunan Yatim Berasal dari Sedekah Siswa

 

Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW SMKN 1 Lumajang, Drs. Moh. Cholid Adnan**, mengatakan kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk siswa yang memiliki akhlak mulia, berbudi pekerti baik, memiliki keterampilan, serta mampu mengembangkan kemandirian.

 

“Alhamdulillah, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diupayakan untuk mencetak anak-anak yang berakhlakul karimah, berbudi pekerti baik, memiliki keterampilan dan ilmu yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga anak-anak bisa mandiri,” ujar Cholid.

 

Selain kegiatan keagamaan, panitia juga menggelar santunan bagi anak yatim di wilayah “Citrodiwangsan dan Tompokersan, Lumajang”.

 

Menurut Cholid, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

 

Santunan juga melibatkan kerja sama dengan anak yatim piatu di SD Tompokersan 3 yang berada dalam lingkungan wilayah pendidikan yang berdekatan dengan SMKN 1 Lumajang.

 

“Tujuannya adalah merangkul masyarakat dan lingkungan sekitar untuk menambah keguyuban dan kebersamaan. Jadi, kegiatan ini bersifat sosial, ikut membahagiakan dan menyenangkan anak-anak yang kehilangan orang tua, baik ayah, ibu maupun keduanya,” jelasnya.

 

Lebih dari sekadar memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi media pembelajaran bagi siswa SMKN 1 Lumajang agar memiliki rasa peduli terhadap sesama.

 

Sedekah Dikumpulkan dari Siswa

 

Cholid menegaskan, santunan tersebut murni berasal dari kepedulian dan sedekah para siswa.

 

Gagasan kegiatan sosial itu, kata dia, awalnya muncul dari para siswa yang kemudian disampaikan kepada tim Pendidikan Agama Islam (PAI). Pelaksanaannya selanjutnya dikoordinasikan bersama bidang kesiswaan dan guru agama.

 

“Ini murni dari anak-anak. Mereka yang mengusulkan kepada tim PAI. Karena berkaitan dengan bidang kesiswaan, akhirnya bekerja sama dengan kesiswaan dan guru agama,” katanya.

 

Penggalangan dana dilakukan melalui sedekah sukarela yang dihimpun dari para siswa melalui wadah yang mereka kelola sendiri.

 

Menurut Cholid, tidak ada unsur paksaan dalam pengumpulan sedekah tersebut. Justru, proses itu menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter karena siswa belajar berbagi dengan sesama secara ikhlas.

 

“Secara ikhlas. Tidak ada paksaan. Dari forum Dewan Perwakilan Kelas kemudian muncul gagasan untuk bersedekah, dan akhirnya sedekah itu dikomandoi oleh Dewan Perwakilan Kelas,” ujarnya.

 

Menanamkan Akhlak Rasulullah

 

Cholid berharap kegiatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai utama yang ingin ditanamkan kepada siswa adalah kecintaan dan keteladanan terhadap Rasulullah SAW.

 

Ia menilai Rasulullah merupakan teladan utama dalam membangun akhlakul karimah.

 

“Harapan saya pribadi, kami selaku guru agama berkeinginan anak-anak “itba”. kepada Rasulullah. Karena suri teladan yang tidak ada lain adalah Rasulullah, terutama dalam akhlakul karimah,” tuturnya.

 

Ia kemudian mengutip hadis yang menjadi landasan penting dalam pendidikan akhlak.

 

“Innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq. Itulah yang harus kita tanamkan dan terpatri dalam jiwa anak-anak SMKN 1 Lumajang,” pungkas Cholid.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin