Indramayu, Kabarnusa24.com –
Peristiwa tragis menimpa sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) saat melakukan kegiatan susur sungai di Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu siang (8/11/2025). Sebanyak tujuh mahasiswa dilaporkan terseret arus deras, lima di antaranya berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rombongan mahasiswa tersebut memulai kegiatan dari kawasan Legok dan berencana menyusuri aliran sungai menuju hilir menggunakan perahu karet. Namun, saat melewati arus deras di sekitar Bendungan Bangkir, perahu yang mereka tumpangi terbalik akibat derasnya aliran sungai.
“Tujuh orang tadi ikut kegiatan susur sungai. Perahu mereka terbalik karena arus deras. Lima sudah diselamatkan, tapi dua masih belum ditemukan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu sore.
Petugas Gabungan Diterjunkan Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Indramayu, TNI, Polri, serta relawan SAR langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian terhadap dua korban yang masih hilang.
Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran Sungai Bangkir hingga ke area hilir yang diduga menjadi titik hanyutnya korban.
Hingga malam hari, pencarian masih terus dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan perlengkapan penyelamatan air. Sejumlah warga sekitar turut membantu memantau arus sungai dari tepi bantaran.
“Sampai berita ini diterbitkan, kedua mahasiswa tersebut belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan, dan kami berharap keduanya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.
Jumlah korban: 7 mahasiswa Polindra Selamat: 5 orang Hilang: 2 orang masih dalam pencarian Lokasi: Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu
Waktu kejadian: Sabtu, 8 November 2025 Pihak Polsek Lohbener bersama BPBD Kabupaten Indramayu kini masih melakukan pendataan identitas korban serta berkoordinasi dengan pihak Politeknik Negeri Indramayu.
Masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar bendungan atau aliran sungai yang memiliki arus deras, terutama mengingat meningkatnya debit air akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.







