Daerah

Sinergi BKM Sidomakmur, PKK, dan Yatim Mandiri Santuni 18 Lansia Duafa di Bulan Ramadan

43
×

Sinergi BKM Sidomakmur, PKK, dan Yatim Mandiri Santuni 18 Lansia Duafa di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Sinergi BKM Sidomakmur, PKK, dan Yatim Mandiri Santuni 18 Lansia Duafa di Bulan Ramadan

Sinergi BKM Sidomakmur, PKK, dan Yatim Mandiri Santuni 18 Lansia Duafa di Bulan Ramadan

 

Lumajang , kabarnusa 24.Com.Selasa,10/3/2026.– Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang. Melalui sinergi dan kolaborasi antara BKM Sidomakmur, Kelurahan Ditotrunan, Tim PKK, serta Yatim Mandiri, digelar kegiatan santunan bagi lansia kurang mampu (gakin) yang berasal dari seluruh RW di wilayah tersebut.

 

Koordinator BKM Sidomakmur, Eko R, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang terus dijaga keberlangsungannya meskipun program pemerintah yang dahulu menaungi sudah tidak ada lagi.

 

“Sinergitas dan kolaborasi antara BKM Sidomakmur melibatkan swadaya masyarakat, Kelurahan Ditotrunan, Tim PKK dan Yatim Mandiri. Dari seluruh RW kita pilih para lansia gakin untuk menerima santunan ini. Alhamdulillah masing-masing mendapatkan uang saku Rp100 ribu dan paket sembako senilai Rp200 ribu,” jelasnya.

 

Eko menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang dahulu dikenal melalui program P2KP (Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan) dan kemudian berganti menjadi KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Meski kedua program tersebut telah dihentikan pemerintah, pihaknya tetap berupaya menjalankan kegiatan sosial secara mandiri dengan mengelola dana yang ada.

 

“Di BKM sendiri ada tiga unsur utama, yaitu UPK (Unit Pengelola Keuangan), UPL (Unit Pengelola Lingkungan), dan UPS (Unit Pengelola Sosial). Kegiatan santunan ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh UPS dan InsyaAllah rutin dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, setiap RW mengirimkan dua lansia penerima bantuan. Dengan jumlah 9 RW di Kelurahan Ditotrunan, total terdapat 18 lansia duafa yang menerima santunan berupa paket sembako dan uang saku.

 

Acara ini juga dihadiri oleh Lurah Ditotrunan, manajer dari Yatim Mandiri, serta jajaran pengurus BKM dan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan khotmil Qur’an sebagai upaya meningkatkan keimanan dan mempererat kebersamaan di bulan Ramadan.

 

“Melalui khotmil Qur’an ini kita ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah di bulan suci Ramadan. Intinya kita harus banyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an untuk diterapkan dalam kehidupan sosial di masyarakat,” ujar Eko.

 

Ia berharap santunan tersebut dapat membantu para lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap agar dapat merasakan kebahagiaan di bulan penuh berkah menjelang Hari Raya Idulfitri.

 

Sementara itu, Azkia Fitri Muis Sony, istri Kepala Kelurahan Ditotrunan, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.

 

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara BKM Sidomakmur, Yatim Mandiri, dan Kelurahan Ditotrunan. Kebetulan kantor Yatim Mandiri juga berada di kelurahan ini sehingga memudahkan koordinasi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa santunan bagi masyarakat kurang mampu merupakan kegiatan rutin Pokja 1 Kelurahan Ditotrunan, khususnya pada momen Ramadan.

 

“Pada Ramadan ini kita juga melakukan kegiatan berbagi takjil dan santunan. Tahun lalu penerimanya anak yatim, sedangkan tahun ini kita fokus kepada lansia duafa. Total ada 18 orang yang menerima santunan,” jelasnya.

 

Azkia berharap ke depan TP PKK Kelurahan Ditotrunan dapat menghadirkan berbagai program baru serta terus berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

“Kami berharap ke depan bisa terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin