Indramayu, Kabarnusa24.com
Proyek pembangunan underpass dan pelebaran jalan di perlintasan kereta api Jatibarang (Underpass BH 421) dipastikan mulai dikerjakan pada Mei 2026. Kepastian ini diperoleh dari hasil pengukuran ulang yang dilaksanakan pada 14 April 2026.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyampaikan surat pemberitahuan kepada warga yang terdampak pembongkaran. Proses ganti rugi juga akan dilakukan bersamaan dengan tahapan tersebut, dengan penegasan bahwa hak masyarakat harus dipenuhi dan tidak boleh terabaikan. Setelah proses pembongkaran rampung, pelaksanaan konstruksi akan mengikuti tahapan jadwal yang telah disusun.
Proyek ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi kemacetan parah sekaligus menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini kerap terjadi di kawasan Jatibarang.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan underpass di jalur Jalan Jatibarang–Indramayu, pelebaran jalan masing-masing sekitar 15 meter ke sisi kanan dan kiri, serta perpanjangan akses jalan sekitar 50 meter ke arah utara dan selatan dari titik underpass.
Pembangunan ini ditujukan untuk memperlancar arus lalu lintas, khususnya dari arah Jatibarang menuju kawasan Islamic Center dan pusat Kota Indramayu. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mengatasi kendaraan yang kerap tersangkut serta meningkatkan sistem drainase di sekitar lokasi.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Indramayu telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan terkait perizinan dan rencana teknis proyek tersebut.
Berdasarkan data per April 2026, pembangunan ditargetkan berlangsung selama kurang lebih 10 bulan sejak dimulai pada Mei 2026. Proyek ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur daerah dengan dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2026 sebesar Rp293,49 miliar untuk berbagai sektor pembangunan, termasuk jalan.
Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp29,05 miliar untuk peningkatan ruas jalan Lohbener–Jatibarang sepanjang 8 kilometer.

Proyek underpass BH 421 ini diharapkan dapat rampung pada akhir 2026 atau awal 2027, sehingga mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Indramayu.






