Indramayu, Kabarnusa24.com
Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar panen raya jagung kuartal II tahun 2026 di kawasan Hutan Petak 18 RPH Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan.
Panen raya ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Rudi Setiawan menyampaikan keberhasilan program penanaman jagung tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, Kejaksaan, hingga kelompok tani binaan.
“Hari ini kita telah berhasil melakukan penanaman di 12.500 hektare atau sekitar 41 persen dari total lahan yang bisa ditanami,” ujar Rudi di lokasi kegiatan.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT Perkebunan Nusantara dan Perhutani yang telah menyediakan lahan untuk mendukung program ketahanan pangan tersebut.
Selain fokus pada peningkatan produksi, Polda Jabar juga berupaya mengatasi persoalan klasik petani yang selama ini bergantung pada tengkulak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun ekosistem pertanian tertutup dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Menurut Rudi, melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), kelompok tani binaan Polda Jabar telah menerima pinjaman dengan total mencapai Rp23,7 miliar.
“Alhamdulillah, sampai hari ini telah dikucurkan Rp23,7 miliar kepada kelompok tani binaan Polda Jabar,” katanya.
Tak hanya itu, dukungan permodalan juga diberikan melalui Primer Koperasi Kepolisian (Primkoppol) dengan nominal pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp30 juta per petani.
Rudi menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada petani tidak lagi berbentuk uang tunai, melainkan sarana produksi pertanian seperti bibit, pupuk, dan alat pertanian.
“Petani saat ini tidak lagi menerima bantuan secara langsung berupa uang, melainkan dalam bentuk bibit, alat pertanian, pupuk, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Untuk menjamin hasil panen terserap pasar, Polda Jabar juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog serta sejumlah perusahaan swasta penyedia pakan ternak.
“Teman-teman dari Bulog telah bersedia menyerap hasil panen kelompok tani kita. Tidak hanya Bulog, kami juga bekerja sama dengan perusahaan swasta penyedia pakan ternak,” ujarnya.
Sementara itu, Bulog Jawa Barat disebut telah memiliki kapasitas cadangan hingga 7 ribu ton jagung pada tahun ini.
Di akhir keterangannya, Rudi menegaskan panen raya jagung tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung target swasembada pangan nasional.
“Ini semua merupakan wujud kerja sama kita bersama. Saya berharap program ini terus berjalan sehingga cita-cita swasembada pangan yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud,” pungkasnya.






