DaerahPendidikan

Gubernur Jabar Tegaskan Tak Ada Titipan di Sekolah Maung, Panitia Nakal Terancam Dicopot

6
×

Gubernur Jabar Tegaskan Tak Ada Titipan di Sekolah Maung, Panitia Nakal Terancam Dicopot

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Tegaskan Tak Ada Titipan di Sekolah Maung, Panitia Nakal Terancam Dicopot

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses penerimaan siswa baru di Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang mulai membuka pendaftaran pada 25–29 Mei 2026.

Pendaftaran SPMB Jabar 2026 untuk calon siswa Sekolah Maung resmi dimulai pada Senin (25/5/2026). Sekolah unggulan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu diperuntukkan bagi siswa dengan kualifikasi akademik maupun nonakademik terbaik.

Karena itu, Dedi meminta seluruh proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan berintegritas tanpa campur tangan pihak mana pun.

“Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata Dedi, Senin (25/5/2026).

Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga meminta seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa menjaga integritas serta menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip sekolah unggulan.

Ia bahkan mengancam akan mencopot kepala sekolah maupun panitia yang terbukti terlibat dalam penyimpangan proses penerimaan siswa baru.

“Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,” ujarnya.

Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memproses hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru di sekolah unggulan.

Menurutnya, budaya titip-menitip tidak boleh merusak tujuan pembentukan sekolah unggulan yang diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas.

“Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,” katanya.

Tak hanya itu, Dedi menyebut Pemprov Jabar akan membuka kepada publik pihak-pihak yang mencoba menitipkan anaknya melalui jalur yang melanggar prinsip transparansi.

“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” ucapnya.

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi bisa diterima tanpa intervensi, termasuk dari orang tua.

“Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,” tuturnya.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin