Nasional

Kebut Target 2 Miliar Pohon, Menteri LH Jumhur Jadikan Bali Barometer Nasional Etika Lingkungan dan Restorasi Ekosistem

4
×

Kebut Target 2 Miliar Pohon, Menteri LH Jumhur Jadikan Bali Barometer Nasional Etika Lingkungan dan Restorasi Ekosistem

Sebarkan artikel ini
Kebut Target 2 Miliar Pohon, Menteri LH Jumhur Jadikan Bali Barometer Nasional Etika Lingkungan dan Restorasi Ekosistem
Foto : Kegiatan Menteri LH Jumhur Tanam 2 Miliar Pohon di Bali

BADUNG, Kabarnusa24.com || Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus mengakselerasi target nasional penanaman 2 miliar pohon melalui aksi penanaman mangrove yang dipimpin langsung oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, di Arboretum Park, Tanjung Benoa, Bali. Langkah strategis ini tidak hanya menjadi simbol komitmen pemulihan ekosistem pesisir Nusantara, tetapi juga percontohan etika lingkungan nasional.

Arboretum Park sendiri menjadi wujud bukti dari upaya restorasi ekosistem pulau-pulau kecil tersebut. Kawasan seluas 12 hektare yang sebelumnya kritis dan mengalami kematian vegetasi akibat tekanan lingkungan, kini telah berhasil dipulihkan secara total dengan ditumbuhi 300.000 pohon dari 12 jenis mangrove yang berbeda, menjadikannya benteng ekologis krusial untuk ketahanan iklim masa depan.

Kebut Target 2 Miliar Pohon, Menteri LH Jumhur Jadikan Bali Barometer Nasional Etika Lingkungan dan Restorasi Ekosistem

“Hari ini kita menanam mangrove bukan sekadar untuk menghijaukan pesisir, tetapi mengirimkan pesan bahwa kerusakan lingkungan bisa dipulihkan jika ada kemauan dan partisipasi bersama. Bali telah membuktikannya,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur juga menegaskan bahwa keberhasilan di Bali ini harus menjadi contoh nasional. “Restorasi mangrove bukan hanya soal menanam pohon, tetapi memastikan ekosistem pesisir kembali pulih dan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan sebagai bagian dari target penanaman 2 miliar pohon di seluruh Indonesia.”

Menyoroti kerentanan pulau-pulau kecil terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim, KLH/BPLH menempatkan mangrove sebagai prioritas pelindung utama. Apalagi, Indonesia saat ini memiliki sekitar 3,45 juta hektare kawasan mangrove (setara 23 persen mangrove dunia).

“Mangrove adalah benteng pertahanan alami terbaik kita. Kementerian LH berkomitmen penuh menjadikan Arboretum Park ini sebagai laboratorium alam dan pusat edukasi restorasi mangrove berskala nasional, yang ilmunya bisa direplikasi ke pulau-pulau kecil lainnya di seluruh Nusantara,” tegas Menteri Jumhur.

Selain ekosistem pesisir, KLH/BPLH juga menyoroti kesigapan pemerintah daerah di Bali diberbagai jenjang dalam menangani persoalan sampah. Masalah yang awalnya kerap dikeluhkan, kini berhasil dikelola oleh kota-kota dan daerah di Bali hingga mencapai titik saldo sampah nol.

“Itu baik sekali Pak Gubernur, tinggal kita nanti bertahan dengan prestasi itu dan memproses lebih baik lagi, apakah sampah dibuat menjadi bahan bakar atau menjadi pupuk menjadi ini sedang dalam proses,” puji Menteri Jumhur.

Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan ini akan memberikan efek domino pada sektor pariwisata. Masyarakat global saat ini semakin peduli pada etika lingkungan. Ketika suatu daerah mengabarkan keseriusannya dalam memelihara alam, dunia akan menaruh simpati yang berdampak pada peningkatan angka kunjungan wisatawan.

“Marilah kita semakin ramah terhadap lingkungan dan masyarakat Bali menjadi contoh beretika lingkungan untuk seluruh warga di Republik Indonesia ini,” pungkas Menteri Jumhur.

Menyambut apresiasi tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan komitmen daerahnya untuk terus menjaga alam dengan semangat kearifan lokal Tri Hita Karana, baik secara Sekala (nyata) maupun Niskala (tidak nyata).

“Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali, mari kita bersama-sama mewujudkan Bali 100% memilah sampah. Bersama, serentak untuk Bali yang bersih, sehat, indah dan lestari,” kata I Wayan Koster.

Melalui penguatan aksi nyata secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan partisipasi publik, KLH/BPLH sangat optimistis agenda besar pemulihan iklim Indonesia dan target 2 miliar pohon dapat direalisasikan dengan sukses.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin