Nasional

INVIROTECH 2026 Diresmikan Menteri LH Jumhur Guna Satukan Teknologi dan Kolaborasi Lintas Generasi

4
×

INVIROTECH 2026 Diresmikan Menteri LH Jumhur Guna Satukan Teknologi dan Kolaborasi Lintas Generasi

Sebarkan artikel ini
INVIROTECH 2026 Diresmikan Menteri LH Jumhur Guna Satukan Teknologi dan Kolaborasi Lintas Generasi
Foto : Dok.Ist

JAKARTA, Kabarnusa24.com || Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) secara resmi membuka Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sekaligus wadah kolaborasi bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, peneliti, inovator, komunitas lingkungan, dan generasi muda untuk mempercepat aksi nyata menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim.

KLH/BPLH menjelaskan bahwa tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 berkembang dari semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim” menjadi “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim.” Penegasan ini menempatkan aksi iklim sebagai upaya yang menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat dan generasi, dengan prinsip no generation left behind atau tidak ada satu pun kelompok maupun generasi yang tertinggal dalam memperoleh hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa INVIROTECH 2026 merupakan wujud konsistensi KLH/BPLH dalam menjalankan agenda tersebut. Di tengah berbagai tantangan lingkungan, mulai dari pencemaran air, udara, dan tanah, peningkatan suhu bumi, hingga kerusakan ekosistem, diperlukan langkah yang lebih konkret, kolaboratif, dan terukur.

“Menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim bukan lagi agenda masa depan, melainkan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini. INVIROTECH hadir untuk mempertemukan inovasi, teknologi, investasi, dan aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup,” ujar Menteri Jumhur di hadapan sekitar 4.000 peserta, termasuk lebih dari 3.000 pelajar dan mahasiswa yang mewakili Generasi Z.

Menteri Jumhur juga menegaskan bahwa arah kebijakan KLH/BPLH sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang mendorong terbangunnya budaya dan peradaban yang menghormati alam serta memperkuat pembangunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Alam atau lingkungan tidak lagi dipandang sebagai beban dan obyek, namun diutamakan menjadi pertimbangan dan subyek yang harus dijaga kelestariannya.

Mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action”, INVIROTECH 2026 menghadirkan 99 peserta dari unsur kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan asing, organisasi internasional, komunitas, startup, dan perguruan tinggi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, waste to energy, energi terbarukan, konservasi air dan tanah, pemantauan kualitas lingkungan, digitalisasi lingkungan, hingga teknologi pendukung pembangunan rendah karbon.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH selaku Ketua Pelaksana INVIROTECH 2026, Rasio Ridho Sani, mengatakan bahwa tema yang diusung tahun ini dipilih untuk menegaskan pentingnya penerapan teknologi dan inovasi hijau dalam mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“INVIROTECH 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi dan inovasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempercepat replikasi praktik baik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong investasi hijau yang mendukung pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Rasio.

Selain pameran teknologi lingkungan, INVIROTECH 2026 juga menghadirkan forum diskusi, seminar, workshopcoaching clinicseller meet buyerbusiness matching, lomba, dan berbagai kegiatan edukasi publik. Melalui kegiatan ini, KLH/BPLH mendorong semakin luasnya adopsi teknologi hijau sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung agenda pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Menteri Jumhur juga mengajak seluruh elemen bangsa membangun etika lingkungan (environmental ethics) melalui semangat pertobatan ekologis, yakni kesadaran untuk memulihkan lingkungan yang rusak dan tercemar serta mengubah cara pandang dan perilaku terhadap alam.

Nilai tersebut tercermin dalam pemberian Penghargaan Kalpataru kepada 16 pejuang lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia serta penghargaan Lifetime Achievement kepada Prof. Emil Salim, tokoh yang telah meletakkan fondasi pemikiran dan kebijakan lingkungan hidup di Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi simbol penting bahwa perjuangan lingkungan harus terus diwariskan, diperkuat, dan dilanjutkan lintas generasi.

Melalui INVIROTECH 2026, KLH/BPLH berharap semakin banyak inovasi, kemitraan, investasi hijau, dan aksi nyata yang lahir untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus memperkuat upaya mewujudkan keadilan iklim bagi seluruh masyarakat dan generasi.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin