Indramayu, kabarnusa24.com
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi dan dukungan kepada Titin Maryatin, seorang guru disabilitas asal Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang selama bertahun-tahun mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan agama.
Meski terlahir dengan keterbatasan fisik, Titin Maryatin tetap menjalankan aktivitas mengajar dan membimbing anak-anak untuk mempelajari ilmu agama. Dedikasi dan semangatnya dalam mendidik generasi muda menjadikannya sosok inspiratif di tengah masyarakat.
Dalam kesehariannya, Titin mengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) serta memberikan les mengaji kepada anak-anak tingkat sekolah dasar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ladang pengabdian, tetapi juga menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Saat ini, Titin tinggal bersama kakak kandungnya yang telah berkeluarga. Sejak ditinggal wafat oleh suaminya, ia harus berjuang secara mandiri untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Untuk menunjang mobilitasnya, Titin menggunakan sepeda listrik roda tiga yang menjadi sarana penting dalam menjalankan aktivitas mengajar dan mengunjungi para muridnya. Kendaraan tersebut diperoleh berkat bantuan sang kakak yang terlebih dahulu meminjamkan dana untuk pembeliannya.
Meski sang kakak tidak menuntut pengembalian dana tersebut, Titin tetap berupaya mencicil pembayarannya sedikit demi sedikit dari penghasilan yang diperoleh sebagai guru MDTA dan guru mengaji. Sikap tanggung jawab dan kemandirian itu semakin mencerminkan keteguhan pribadinya dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam bidang pendidikan agama, Baznas Kabupaten Indramayu menyalurkan bantuan biaya hidup sebesar Rp3 juta kepada Titin Maryatin.
Melalui program bantuan biaya hidup tersebut, Baznas Kabupaten Indramayu berharap dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan motivasi agar Titin terus berkiprah dalam mendidik generasi muda.
Kehadiran guru madrasah seperti Titin Maryatin dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan anak-anak di tengah masyarakat. Semangat pengabdian yang ditunjukkannya menjadi teladan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.







