Indramayu, kabarnusa24.com
Setiap hari, Sukimah (48) mengayuh sepeda mengelilingi Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Sepeda tua yang menemaninya menjadi saksi perjuangan hidupnya dalam mencari nafkah sebagai buruh cuci, penjaga kantin sekolah, hingga berjualan roti dari rumah ke rumah.
Di balik kesibukannya bekerja, Sukimah menyimpan tekad besar. Sebagai seorang ibu tunggal, ia kini sedang menempuh pendidikan di STAI Sayid Sabiq Indramayu demi mewujudkan impiannya menjadi seorang sarjana.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Sukimah memilih untuk terus melangkah tanpa mengeluh. Baginya, setiap usaha yang dilakukan adalah bagian dari ikhtiar untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Bismillah saja, rezeki mah sudah ada yang mengatur,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Setelah rumah tangganya berakhir, semangat Sukimah tidak pernah padam. Ia terus bekerja keras demi membesarkan kedua anaknya sekaligus membuktikan bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun beratnya cobaan hidup.
Harapannya sederhana. Ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan tinggi kelak ingin ia manfaatkan untuk membantu sesama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kisah Sukimah menjadi inspirasi bahwa ketekunan, kerja keras, dan keyakinan mampu mengalahkan berbagai keterbatasan dalam meraih cita-cita.






