DaerahSejarah

Mengenal Pasukan Setan, Gerilyawan Legendaris yang Ditakuti Belanda dan Diabadikan dalam Monumen Sejarah di Indramayu

5
×

Mengenal Pasukan Setan, Gerilyawan Legendaris yang Ditakuti Belanda dan Diabadikan dalam Monumen Sejarah di Indramayu

Sebarkan artikel ini
Mengenal Pasukan Setan, Gerilyawan Legendaris yang Ditakuti Belanda dan Diabadikan dalam Monumen Sejarah di Indramayu

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dipenuhi kisah heroik para pejuang yang berjuang tanpa mengenal takut. Salah satu kisah yang hingga kini dikenang adalah keberanian Pasukan Setan, kelompok gerilyawan yang dikenal karena taktik perang cepat, senyap, dan sulit diprediksi, sehingga menjadi momok bagi tentara kolonial Belanda pada masa perang kemerdekaan.

Jejak perjuangan Pasukan Setan berakar kuat di Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Untuk mengenang jasa para pejuang tersebut, berdiri Tugu Perjuangan M.A. Sentot, sebuah monumen yang menjadi simbol semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh sentral di balik Pasukan Setan adalah Muhammad Asmat Sentot (M.A. Sentot), seorang komandan lapangan yang dikenal memiliki strategi tempur cerdas dan keberanian luar biasa pada masa Agresi Militer Belanda tahun 1945–1949. Bersama pasukannya, ia memanfaatkan kondisi geografis wilayah setempat, seperti sungai, persawahan, hutan, dan jalur-jalur penghubung antardaerah, untuk menjalankan operasi gerilya yang efektif.

Melalui strategi penyergapan mendadak dan pemutusan jalur logistik musuh, Pasukan Setan kerap membuat pasukan Belanda kesulitan menghadapi perlawanan rakyat. Kecepatan bergerak, kemampuan beradaptasi dengan medan, serta keberanian para anggotanya membuat kelompok ini disegani sekaligus ditakuti oleh lawan.

Pasukan tersebut juga dikenal memiliki lambang tengkorak dan tanda silang yang menjadi simbol tekad serta keberanian mereka dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Semangat juang yang ditunjukkan para anggota Pasukan Setan menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Indramayu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kini, keberadaan Tugu Perjuangan M.A. Sentot tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga pengingat bagi generasi muda akan pengorbanan para pejuang yang rela mempertaruhkan nyawa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kisah Pasukan Setan menjadi bukti bahwa keberanian, kecerdikan, dan semangat pantang menyerah mampu menjadi kekuatan besar dalam menghadapi penjajahan.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin