DaerahSejarah

FPP Indramayu Tolak Wacana Ganti Nama Provinsi Jawa Barat

7
×

FPP Indramayu Tolak Wacana Ganti Nama Provinsi Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
FPP Indramayu Tolak Wacana Ganti Nama Provinsi Jawa Barat

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu menyatakan sikap menolak keras terhadap wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat. Menurut Ketua FPP Kabupaten Indramayu, KH. Azun Mauzun, nama Jawa Barat bukan sekadar identitas administratif, melainkan memiliki nilai sejarah, budaya, perjuangan, serta semangat persatuan yang telah melekat kuat di tengah masyarakat.

KH. Azun Mauzun menegaskan bahwa setiap perubahan terhadap identitas suatu daerah harus dilakukan secara hati-hati, melalui kajian yang komprehensif, serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Menurutnya, pergantian nama provinsi bukan persoalan sederhana karena berkaitan dengan sejarah, jati diri masyarakat, serta berbagai aspek administrasi dan sosial yang berdampak luas.

“Nama Jawa Barat merupakan simbol persatuan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan suku. Karena itu, tidak semestinya diubah tanpa alasan yang benar-benar mendasar dan tanpa adanya kesepakatan masyarakat Jawa Barat,” ujar KH. Azun Mauzun, Sabtu (4/7/2026).

Ia menambahkan, saat ini masyarakat lebih membutuhkan perhatian pemerintah terhadap persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari, seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pembangunan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, pelayanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, energi pemerintah sebaiknya difokuskan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat daripada memunculkan polemik yang berpotensi menimbulkan perdebatan berkepanjangan mengenai pergantian nama provinsi.

Sebagai organisasi yang mewadahi pondok pesantren di Kabupaten Indramayu, FPP berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan, menghormati sejarah daerah, serta tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.

FPP juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, ulama, akademisi, budayawan, dan pemerintah untuk mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan kebijakan strategis yang berkaitan dengan identitas daerah.

“Jangan sampai perubahan nama justru mengaburkan nilai-nilai sejarah yang telah diwariskan para pendahulu. Jawa Barat memiliki identitas yang telah dikenal secara nasional maupun internasional dan menjadi kebanggaan masyarakatnya. Oleh karena itu, kami menolak keras wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat dan berharap pemerintah lebih mengutamakan kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tegas KH. Azun Mauzun.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian Forum Pondok Pesantren Kabupaten Indramayu terhadap pelestarian identitas daerah, penguatan persatuan masyarakat, serta pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin