Tapanuli Tengah, 6 Juli 2026 –Kabarnusa24.com || Gelombang kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kembali mencuat di media sosial Facebook. Dalam narasi yang viral, masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani korban bencana yang hingga memasuki bulan ketujuh dinilai belum memperoleh kepastian bantuan maupun pemulihan yang layak.
Narasi tersebut menilai penderitaan korban bencana seolah terjebak dalam pusaran birokrasi yang berlarut-larut. Di tengah berbagai pernyataan resmi pemerintah, masyarakat disebut masih menunggu jawaban sederhana: kapan bantuan benar-benar diterima, siapa saja penerimanya, dan sejauh mana proses pemulihan telah berjalan.
Menurut unggahan tersebut, pemerintah dinilai lebih banyak menyampaikan pernyataan daripada menunjukkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh korban. Tidak adanya data yang rinci mengenai jumlah penerima bantuan maupun jadwal pencairan disebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Unggahan itu juga mengkritisi langkah Bupati Tapanuli Tengah melakukan koordinasi ke Kementerian Sosial. Penulis unggahan berpendapat bahwa langkah tersebut lebih berorientasi pada upaya meredam kritik publik dibanding menjawab persoalan utama di lapangan. Pendapat tersebut merupakan opini yang disampaikan dalam unggahan media sosial dan belum diverifikasi secara independen.
Lebih jauh, narasi tersebut mempertanyakan komitmen kepemimpinan daerah yang selama ini mengusung slogan keberpihakan kepada rakyat. Menurut penulis unggahan, apabila setelah tujuh bulan masyarakat masih menunggu kepastian pemulihan rumah, bantuan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas kebijakan pemerintah.
Unggahan tersebut menegaskan bahwa korban bencana tidak membutuhkan seremoni, foto kegiatan, maupun polemik antarpejabat. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata berupa percepatan rehabilitasi, transparansi penggunaan anggaran, kepastian bantuan, serta kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Narasi yang beredar di Facebook itu pun menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera menjawab berbagai pertanyaan publik melalui data yang terbuka, langkah konkret, dan penyelesaian yang terukur, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat dipulihkan.
Hingga berita ini disusun, isi narasi tersebut diketahui berasal dari unggahan media sosial Facebook. Seluruh pendapat, kritik, dan dugaan yang dimuat merupakan pandangan penulis unggahan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki hak memberikan klarifikasi atau tanggapan atas kritik yang beredar tersebut.
(Hasanuddin)







