MPLS SMKN 1 Lumajang Usung “CAKRAWALA”, Fokus Gali Potensi Siswa Lewat Pembelajaran Partisipatif dan Ramah Anak
LUMAJANG,kabarnusa24.com.Kamis,16/7/2026 – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Lumajang tahun ajaran 2026/2027 dikemas dengan pendekatan yang lebih partisipatif, edukatif, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Mengusung tema CAKRAWALA (Cerdas, Aktif, Kreatif, Berwawasan Global, Peduli Lingkungan, dan Berprestasi), rangkaian kegiatan dirancang tidak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu peserta didik baru menemukan potensi diri sejak hari pertama.
Ketua Panitia MPLS SMKN 1 Lumajang, Vindra Aristya Putra, S.Pd, mengatakan panitia bertugas mengoordinasikan seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan. Menurutnya, tema CAKRAWALA lahir dari hasil kolaborasi antara guru dan peserta didik dengan mengadaptasi visi sekolah.
“CAKRAWALA kami adaptasi dari visi SMKN 1 Lumajang, seperti nilai cerdas, kreatif, berwawasan global, dan peduli lingkungan. Ide ini berasal dari anak-anak dan kami mengakomodasinya menjadi tema MPLS tahun ini. Seluruh kegiatan kemudian dipadukan dengan panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” ujar Vindra.
Ia menjelaskan, seluruh materi dan aktivitas MPLS mengacu pada pedoman resmi Dinas Pendidikan Jawa Timur yang memuat materi wajib maupun materi pilihan. Seluruhnya disesuaikan dengan tema besar CAKRAWALA sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Vindra menegaskan, keberhasilan MPLS tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari orang tua. Karena itu, pihak sekolah mengajak orang tua membangun kebiasaan disiplin sejak hari pertama.
“Kami berharap orang tua dapat mendukung penuh kegiatan MPLS, terutama membiasakan anak datang tepat waktu. Setiap pagi pukul 06.00 WIB siswa sudah berada di sekolah untuk mengikuti kegiatan Pagi Ceria,” katanya.
Dalam kegiatan Pagi Ceria, siswa mengikuti senam peregangan, yel-yel MPLS, menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa bersama, hingga sarapan pagi. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membangun semangat belajar sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan sebelum memasuki sesi materi.
Menurut Vindra, konsep MPLS tahun ini sengaja dibuat lebih interaktif sehingga siswa tidak hanya menerima materi di dalam kelas.
“Kami menyelingi materi dengan permainan edukatif, kegiatan bersama kakak pendamping dari OSIS, hingga aktivitas kelompok agar peserta didik tidak merasa jenuh,” ujarnya.
Sejalan dengan kebijakan MPLS Ramah Anak, SMKN 1 Lumajang juga tidak menerapkan atribut yang memberatkan peserta didik baru. Siswa hanya diwajibkan mengenakan name tag bergambar kapal pesiar yang memuat nama, kelas, dan cita-cita mereka. Sementara atribut lainnya mengikuti perlengkapan sekolah yang telah dimiliki sejak jenjang SMP.
“Harapan kami, peserta didik mampu mengenali potensinya sejak awal, lebih cepat beradaptasi dengan budaya belajar di SMK, dan merasa nyaman serta diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMKN 1 Lumajang,” tutur Vindra.
Sementara itu, Ketua OSIS SMKN 1 Lumajang, Sofya, menjelaskan bahwa tema CAKRAWALA memiliki makna sebagai ajakan kepada peserta didik untuk menjadi pribadi yang cerdas, aktif mencari potensi diri, serta mampu mengukir prestasi.
“Kami juga memiliki jargon. Ketika panitia meneriakkan ‘CAKRAWALA’, adik-adik akan menjawab, ‘Temukan Potensi, Ukir Prestasi di Semakensa’,” ujarnya.
Sofya menjelaskan, kegiatan telah diawali melalui pra-MPLS yang berisi apel pembukaan, pembagian kelas, perkenalan dengan kakak pendamping, serta penjelasan mengenai tata tertib dan perlengkapan yang harus dibawa selama MPLS.
Pada hari pertama, peserta didik mengikuti apel pembukaan, Zoom bersama Gubernur Jawa Timur, pertemuan dengan wali kelas, kemudian diajak berkeliling mengenal fasilitas sekolah. Selanjutnya mereka memperoleh materi mengenai tata tertib sekolah dari guru Bimbingan Konseling (BK) dan bidang kesiswaan.
Di hari yang sama, peserta didik mulai mengerjakan proyek diorama, yaitu karya tiga dimensi yang menggambarkan cita-cita, minat, bakat, serta potensi masing-masing siswa selama menempuh pendidikan hingga setelah lulus dari SMKN 1 Lumajang.
“Hasil diorama menjadi media bagi adik-adik untuk mengenali dan menampilkan potensi mereka. Ini selaras dengan semangat CAKRAWALA, yaitu menemukan potensi dan mengukir prestasi,” kata Sofya.
Memasuki hari kedua, peserta didik memperoleh berbagai materi dari instansi eksternal. Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membekali siswa tentang literasi digital dan penggunaan media sosial secara bijak. Sementara Dinas Kesehatan menyampaikan materi mengenai kesehatan fisik dan mental remaja.
Setelah sesi materi, peserta didik melanjutkan penyelesaian diorama yang akan dipamerkan pada hari berikutnya.
Hari ketiga diisi dengan pameran hasil karya diorama sekaligus promosi ekstrakurikuler. Setiap kelas mengirimkan tiga perwakilan untuk mempresentasikan karya sekaligus menjelaskan potensi, minat, dan cita-cita yang telah dituangkan dalam diorama.
Pada hari keempat, siswa mengikuti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama personel Kodim 0821 Lumajang di lapangan sekolah. Bersamaan dengan itu, tim Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan hingga pemeriksaan denyut nadi.
Rangkaian MPLS ditutup dengan pelaksanaan Program Indonesia Asri, di mana peserta didik membuat video bertema Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi siswa yang tidak mengikuti ketentuan program tersebut, sekolah menerapkan sanksi edukatif berupa membawa tanaman untuk ditanam di lingkungan sekolah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMKN 1 Lumajang berharap MPLS tidak hanya menjadi masa pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik baru untuk membangun karakter, mengenali potensi diri, serta menumbuhkan semangat berprestasi sejak awal menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan.(D.S)







