Berita

Praktisi UMKM Dr. Yanti Lidiati: Transformasi Digital Harus Diawali dengan Perubahan Pola Pikir Pelaku Usaha

1
×

Praktisi UMKM Dr. Yanti Lidiati: Transformasi Digital Harus Diawali dengan Perubahan Pola Pikir Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini
Praktisi UMKM Dr. Yanti Lidiati: Transformasi Digital Harus Diawali dengan Perubahan Pola Pikir Pelaku Usaha

Kabarnusa24.com

Bandung , 16 juli 2026 – Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era pascapandemi tidak cukup hanya mengandalkan transformasi digital maupun bantuan permodalan. Fondasi utamanya adalah membangun pola pikir, karakter, dan mental kewirausahaan agar pelaku usaha mampu bertahan sekaligus berkembang menghadapi perubahan zaman.

Praktisi UMKM Dr. Yanti Lidiati: Transformasi Digital Harus Diawali dengan Perubahan Pola Pikir Pelaku Usaha

 

Hal tersebut disampaikan Dr. Yanti Lidiati, SE, MM, Praktisi UMKM, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Penelitian RKI 2026 bertajuk “Transformasi Digital, Ketahanan Sosial, dan Pemberdayaan Komunitas UMKM di Era Pascapandemi” yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi, praktisi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi penguatan UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mampu meningkatkan ketahanan sosial masyarakat.

 

Dalam paparannya, Yanti menegaskan bahwa mencetak wirausaha baru bukanlah perkara mudah. Menurutnya, pelatihan dan program pemberdayaan tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diawali dengan perubahan pola pikir calon pelaku usaha.

 

Yang paling penting bukan sekadar program atau pelatihan sesaat, tetapi bagaimana membangun karakter dan pola pikir. Pelaku UMKM pemula harus memahami terlebih dahulu mengapa mereka harus berwirausaha. Jika mindset belum terbentuk, sebagus apa pun program yang diberikan tidak akan bertahan lama dan sulit berkelanjutan, ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa kemampuan teknis berwirausaha dapat dipelajari melalui berbagai pelatihan. Namun, membangun mental seorang pengusaha membutuhkan kesiapan untuk menghadapi proses jatuh bangun, kerugian, hingga kegagalan yang merupakan bagian dari perjalanan bisnis.

 

Menurutnya, seseorang yang telah memiliki mental kuat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

 

Dalam forum diskusi tersebut juga mengemuka pentingnya peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan. Yanti berharap dunia pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

 

Ia menilai program pemberdayaan UMKM harus diarahkan untuk membentuk generasi muda yang inovatif, mandiri, serta mampu memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Selain transformasi digital, Yanti juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Menurutnya, nilai-nilai seperti keikhlasan, ketulusan, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan modal sosial yang tidak ternilai dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

 

Jangan berpikir apa yang akan kita dapatkan, tetapi berpikirlah apa yang bisa kita berikan. Ketika seseorang menjalankan usaha dengan keikhlasan dan istiqamah, hasil yang diperoleh akan jauh lebih maksimal karena orientasinya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat, tuturnya.

 

Yanti mengaku rela meninggalkan agenda penting lainnya demi menghadiri FGD tersebut karena memiliki komitmen besar terhadap pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, penguatan UMKM menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, mengurangi pengangguran, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru di tengah tantangan ekonomi pascapandemi.

 

Melalui FGD Penelitian RKI 2026: Transformasi Digital, Ketahanan Sosial, dan Pemberdayaan Komunitas UMKM di Era Pascapandemi, para peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem UMKM Indonesia. Dengan kolaborasi yang baik, transformasi digital tidak hanya menjadi pemanfaatan teknologi semata, tetapi juga menjadi sarana membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih maju.

(Jaka)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin