JAKARTA,- Kehadiran pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo ke Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 23/7/2026, disambut hangat oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.
Kedatangan para wakil rakyat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M T Mopili untuk menyampaikan aspirasi rakyat yang berada di sana. Sebagai wakil rakyat yang berasal dari dapil di berbagai kabupaten seperti Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, Bone Bolango, dan Pohuwato, di sana ada kawasan-kawasan transmigrasi.
Disampaikan di kawasan-kawasan transmigrasi banyak potensi pertanian unggulan yang bisa ditingkatkan hasil panen dan produksinya namun diakui ada berbagai kendala yang membuat harapan itu menjadi sulit terwujud.
Masalah infrastruktur jalan, jembatan, dan kebutuhan air bersih yang belum layak bahkan belum ada menjadi penghambat pengembangan kawasan transmigrasi.
Di samping itu ada sekolah yang perlu direhabilitasi karena bangunan yang ada sangat mengkhawatirkan keberadaannya.
“Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, rehabilitas sekolah, dan pembuatan penyediaan air baku merupakan aspirasi dari masyarakat yang Kami bawa ke Jakarta”, ujar Idrus M T Mopili.
Para wakil rakyat itu mengakui kawasan transmigrasi mempunyai peran penting dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo sehingga perlu mendapat perhatian lebih.
Viva Yoga terbuka menerima aspirasi yang disuarakan oleh para wakil rakyat dari berbagai partai itu.
“Beberapa bulan yang lalu, Saya melakukan kunjungan kerja di kawasan transmigrasi yang ada di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara”, ujarnya.
Di Kawasan Transmigrasi Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Viva Yoga meresmikan pembangunan dan rehabilitasi toilet sekolah SDN 10 Pulubala. Sedang saat berada di Kawasan Transmigrasi Sumalata yang berada di Gorontalo Utara, selain meresmikan pembangunan dan rehabilitasi toilet dan keburuhan air bersih di SDN 14 Sumalata juga meresmikan pembangunan tanggul sungai yang ada di kawasan itu.
Selain di dua kabupaten itu, masih ada kawasan transmigrasi yang berada di Boalemo, Pohuwato, dan Bone Bolango.
“Nanti Saya melakukan kunjungan kerja lagi ke Gorontalo”, ujar Viva Yoga.

Ungkapan demikian langsung disambut dengan gembira oleh para wakil rakyat dari provinsi yang berada di antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah itu.
“Di provinsi ini banyak memiliki kawasan transmigrasi bahkan ada yang ex kawasan transmigrasi”, ujarnya.
Terkait pembangunan infrastruktur, Kementrans sudah memiliki rencana untuk melakukan rehab dan peningkatan jalan, saluran air, dan fasilitas umum.
“Program peningkatan infrastruktur fisik ini ada di kawasan transmigrasi yang ada di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Boalemo, dan Pohiuwato”, ujarnya.
Nilai dari peningkatan infrastruktur mencapai Rp1.374.00.000.
Selain program peningkatan infrastruktur fisik, Kementrans saat ini juga tengah gencar merealisasikan Trans Tuntas. Program ini berupa menyelesaikan konflik pertanahan dan sertipikat SHM di lahan milik transmigran.
“Di Provinsi Gorontalo dari target 7.177 bidang lahan, sudah disertipikati menjadi SHM sebanyak 3.291 bidang”, ungkapnya. “Sisanya segera Kita tuntaskan”, tegasnya.
Diakui tidak semua aspirasi dari DPRD Provinsi Gorontalo bisa dieksekusi oleh Kementrans. Untuk mengatasi berbagai permasalahan di kawasan transmigrasi, Viva Yoga mengatakan kementerian ini bersinergi dengan kementerian terkait. Dalam rehabilitasi sekolah, Kementrans telah melakukan MoU dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Sekolah-sekolah di kawasan transmigrasi yang tidak layak akan Kita benahi bersama dengan Kemendikdasmen”, ujarnya.
“Berapa sekolah di kawasan transmigrasi di Provinsi Gorontalo perlu Kita data”, tambahnya. Data yang ada itu akan dibahas bersama dengan Kemendikdasmen.
Lebih lanjut Viva Yoga mengatakan banyak program dari kementerian lain yang bisa disinergikan dengan Kementrans di kawasan transmigrasi. Dikatakan dirinya beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Kita akan bersinergi untuk membangun kampung nelayan dan budidaya ikan darat di kawasan transmigrasi”, ungkapnya.
Program seperti ini bisa dilakukan di kawasan transmigrasi yang ada di Provinsi Gorontalo.
(Red)







