BeritaPeristiwa

Ramai Prediksi Akhir Tahun 2026 Gempa Guncang Indonesia, BMKG: Prediksi Tak Ilmiah

4
×

Ramai Prediksi Akhir Tahun 2026 Gempa Guncang Indonesia, BMKG: Prediksi Tak Ilmiah

Sebarkan artikel ini
Ramai Prediksi Akhir Tahun 2026 Gempa Guncang Indonesia, BMKG: Prediksi Tak Ilmiah
Pakar Kelautan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo.

SURABAYA,– Ramai kabar di medsos akan terjadi Gempa besar Guncang Indonesia di akhir tahun 2026, masyarakat diminta tidak mempercayai isu prediksi gempa besar tetsebut. Pakar Kelautan BMKG, Eko Prasetyo, menegaskan prediksi waktu dan lokasi gempa belum dapat dilakukan secara ilmiah.

Berkembangnya Isu prediksi tersebut disampaikan pria asing asal Kanada dan beredar luas melalui media sosial. Informasi itu menyebut Indonesia berpotensi dilanda gempa besar pada penghujung 2026. Menurut Eko, perkembangan ilmu pengetahuan saat ini belum mampu memprediksi gempa secara akurat.

“Prediksi gempa hingga hari ini belum ada ilmu pengetahuan yang bisa membantu melakukan pendekatan,” ujar Eko, Rabu. 9 September 2026.

Eko meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi prediksi gempa yang beredar melalui media sosial. “Jangan percaya terhadap informasi prediksi gempa,” kata Eko.

Di jelaskan Eko, informasi terkait potensi gempa harus berdasarkan kajian ilmiah dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengimbau masyarakat mengandalkan informasi resmi BMKG ketika memperoleh informasi mengenai potensi gempa.

Eko menilai penyebaran prediksi tanpa dasar ilmiah dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu membedakan informasi mengenai potensi gempa dengan prediksi waktu kejadian.

Masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami potensi bencana di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut meliputi mengenali jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan darurat, dan mengikuti arahan pemerintah.

Masyarakat juga diimbau memantau informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan. Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat dapat mengurangi risiko tanpa terpengaruh informasi prediksi gempa yang menyesatkan.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin