Oleh : Sutriachol Haris, L.C.
Kabarnusa24.com,- Kutipan dari inspirasi qurani yang datang menyentuh lagi menyeluruh untuk segenap manusia implementasikan dan renungkan. Ayat yang berbunyi didalam surat Abasa ayat 24.
“Apakah manusia itu tidak memperhatikan akan makanannya.”
Penulis tak ingin ungkap banyak ayat mengenai soal titah MBG ini. Hanya akan konsen dengan satu surat dahulu saja yaitu surat “‘Abasa”
Ayat yang memperhatikan tentang kutipan satu ayat yang terkandung di dalamnya tentang pangan khususnya akan makan – makanan.
Makanan yang sejatinya harus dapat selalu dan terus manusia perbaiki lagi benahi karena hakikat yang sebenar – benarnya dari segala sumber makanan ia bukan saja halal tapi juga kudu baik gizinya.
Tentang soal luas arti sebuah apa yang dimakan tentunya akan juga mengganjal perjalanan doa seseorang akan ijabahnya lewat doa dan harapan itu sendiri.
Ketika sahabat Nabi dulu yang bernama Sa’ad oleh Nabi dikasih kunci sukses dalam gapai bina hidup sehat lagi kuat untuk selalu memperhatikan makanan.
Apa yang Nabi perintahkan kepada Sa’ad bin Abi Waqas :
“Wahai Sa’ad “Perbaikilah makananmu” ini dapat dimaknai secara luas.
Bahkan bukan saja soal makanan yang kelak akan lahir jadi musuh laksana buah penyakit karena asal jenis penyakit apapun sesungguhnya akan muncul dari awal apa yang kita cernai.
Dalam pandangan surat ‘Abasa ini dahulu Nabi dikritik oleh yang bernama Ibn Umm Maktum dan dia merupakan seorang tunanetra. Namun jangan keliru dulu bahwa dahulu banyak yang diberi mata penglihatan tapi tak mampu miliki pandangan penglihatan secara tajam.
“Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.” (QS Fatir :19)
Kebutaan lahiriyah tak dapat diukur secara fisik saja, ada juga diantara yang buta mereka kasyaf tajam akan segala arah pandangan mata hatinya.
Bagaimana tidak dengan MBG maka itu soal yang wajar ketika ada masukan atau kritikan untuk membangun sejalan evaluasi demi menjaga kesinambungan program dan keseimbangan gizi untuk lawan stunting.
Makna sejati MBG adalah hakikat sasaran akan Sumber Daya Manusia. Bila SDM nya unggul bangsa nya akan baldatun tayibah.
Secara makna surat Abasa itu adalah ia bermuka masam. Ketika dalam suratnya ada penyertaan tentang memperhatikan makanan maka tak aneh ketika gaung MBG ini menjadi maung walau ada juga yang kecut asam muka.
Hakikat arti hal tersebut memang kudu dengan berani dalam menjalankan MBG yang berkelanjutan demi berprikemanusiaan dan berprikemajuan bangsa yang mejemuk.
Dan bagaimana sibuknya Nabi ketika itu sebagaimana dikisahkan. Nabi menerima tamu dari pembesar kalangan quraisy dengan harapan mereka akan beri respon baik atas ajakan Nabi tersebut.
Selain makna tersirat sejalan hal itu dapat pula di syukuri atas apa yang telah Tuhan beri kepada alam dan manusia khusunya sehingga tak menjadi larut dan berlama dalam kemiskinan.
Ada kuncinya rahasia dalam surat Abasa ini yakni mensyukuri nikmat apa yang Tuhan beri semenjak lahir hingga ajal tiba. Artinya bahwa manusia tak akan lepas selama hidupnya dari arti perut dan apa yang dibawah perut.
Ditegaskan dalam ayat tersebut selain tentang peristiwa akhir. Kelak manusia akan terpilah menjadi dua golongan saja. Pertama mereka orang – orang yang beriman yang bersukacita riah bin bahagia, dan kedua, mereka orang kafir pembuat kejahatan.
Jabaran tersebut ada makna yang kita dapat tangkap secara nalar dan intelektual tentang siapa yang tak suka dengan salahsatu ayat yang menerangkan tentang makanan atau MBG ini.
Sesuatu hal yang dengan mudah yakni mereka adalah yang dapat membuat kerusakan bukan saja disatu sisi soal sisi kejahatan pangan namun juga mereka harus menerima transfer sosialisasi disiplin ilmu sosialis yang dapat memaknai terkait ketahanan pangan dan makna akan arti nafas dan nafsu yang hadir memahami dengan faham betul apa itu diantara dua lambung umat manusia.
Lebih dalam bahkan bila perlu akan diperangi bersama karena yang demikian adalah merupakan manusia yang jadi musuh manusia, ini akan lebih bahaya daripada jelas nyata hakikat syetan dan iblis adalah musuh manusia.
Bila syetan dan iblis adalah nyata musuh manusia hal ini biasa. Tapi ketika manusia nyata – nyata membuat sengaja rusak untuk manusia lagi. Ini jelas berita dan bukan hal biasa. Mestinya belajar dari sejarah untuk membangun peradaban yang bersejarah.
Ketika siapa mereka yang bermuka masam dan kita dapat tahu pula bersamaan dalam satu surat dan beda ayat yang berkaitan sama maka bergegaslah bersama untuk memerangi stunting walau tak akan pernah hilang siapa mereka yang bermuka masam (Abasa) akan selalu ada tentang MBG ini selamanya.
MBG yang begitu sexsi dan makanan yang selalu akan sangat sensi bagi kehadiran eksistensi manusia kapanpun dan dimanapun.
Makan dan minumlah wahai sekalian manusia dengan takaran yang tepat.” (Al A’raf 31)
(Red)







