DaerahKetahanan Pangan

Gubernur Jabar Usulkan Desa Muntur Indramayu Jadi Desa Bahasa Mandarin, Peluang Kerja Warga Diperluas

7
×

Gubernur Jabar Usulkan Desa Muntur Indramayu Jadi Desa Bahasa Mandarin, Peluang Kerja Warga Diperluas

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Usulkan Desa Muntur Indramayu Jadi Desa Bahasa Mandarin, Peluang Kerja Warga Diperluas

 

Indramayu, kabarnusa24.com
Ada rencana menarik dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagi masyarakat Kabupaten Indramayu. Desa Muntur, Kecamatan Losarang, diusulkan menjadi Desa Bahasa Mandarin untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing warga sekaligus memperluas peluang kerja di kawasan industri.

Usulan tersebut didasari keberadaan Desa Muntur yang berada di sekitar Kawasan Industri Losarang, yang melibatkan investor asal Tiongkok. Kemampuan berbahasa Mandarin diharapkan dapat membantu masyarakat berkomunikasi dengan tenaga kerja asing serta meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan di perusahaan kawasan industri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mencanangkan program desa bahasa asing di empat desa pada setiap kabupaten/kota. Program tersebut akan berfokus pada pembelajaran bahasa Mandarin, Arab, Inggris, dan Jepang.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemprov Jabar berencana menyediakan tenaga pengajar sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pembelajaran bahasa asing sesuai kebutuhan.

Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri dan memiliki potensi untuk terserap di dunia kerja.

Sementara itu, Bursa Kerja Online yang digelar di Kabupaten Indramayu juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Kegiatan tersebut menyediakan 644 lowongan kerja dari 23 perusahaan.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menjelaskan, proses rekrutmen menerapkan sistem penilaian berdasarkan domisili pelamar. Dengan mekanisme tersebut, pelamar yang berasal dari wilayah setempat berpeluang memperoleh poin tambahan, dengan tetap harus memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

Kehadiran bursa kerja tersebut diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sekaligus membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Indramayu.

Jika program Desa Bahasa Mandarin di Muntur dapat direalisasikan, masyarakat tidak hanya memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga diharapkan lebih siap bersaing dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri.

Sinergi antara peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa asing, dan akses informasi lowongan kerja diharapkan mampu mendorong masyarakat lokal mendapatkan manfaat lebih besar dari pertumbuhan industri di Kabupaten Indramayu.

Penulis