BeritaNasional

Dua Anak Menhaj Nyatakan Mundur dari Tenaga Ahli, Kemenhaj Siapkan Pengganti 

47
×

Dua Anak Menhaj Nyatakan Mundur dari Tenaga Ahli, Kemenhaj Siapkan Pengganti 

Sebarkan artikel ini
Dua Anak Menhaj Nyatakan Mundur dari Tenaga Ahli, Kemenhaj Siapkan Pengganti 
Wakil Menhah Dahnil Anzar Simanjuntak Sampaikan Pengunduran Diri Dua Anak Menhaj di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

JAKARTA,– Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akhirnya mengonfirmasi pengunduran diri dua anak Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, dari jabatan Tenaga Ahli di lingkungan Kemenhaj.

Kepastian itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, pada Senin (26/10/2026).

“Hari ini saya, Pak Menteri sudah terima pengunduran diri dua orang tenaga ahli yang Anda sebut-sebut. Jadi secara resmi hari ini dua orang yang disebut di berita, beliau berdua memutuskan untuk mengundurkan diri,” kata Dahnil.

Dahnil menyebut pengunduran diri tersebut diterima setelah penunjukan keduanya menuai pro dan kontra serta dugaan nepotisme di ruang publik. Keputusan itu diambil untuk menjaga integritas kementerian.

“Dan itu adalah komitmen Pak Menteri dan komitmen saya untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah itu harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia dan sebagainya,” tegas Dahnil.

Dahnil menjelaskan, keterlibatan Barbarossa dan Gibran bermula sejak masih bernama Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada akhir Oktober 2024. Saat itu, BP Haji baru dipimpin dua orang, yakni kepala dan wakil kepala, sehingga membutuhkan bantuan sukarela untuk menjalankan tugas kelembagaan.

“Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela. Akhirnya adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal,” ujar Dahnil. Bahkan, keduanya disebut tidak menerima bayaran saat pertama kali membantu.

Polemik sendiri bermula setelah tangkapan layar dokumen pengangkatan tenaga ahli yang merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 beredar di media sosial. Penunjukan tersebut disorot karena hubungan keluarga dengan pimpinan kementerian.

Kementerian menyatakan posisi tenaga ahli yang kosong akan segera diisi kembali sesuai arahan Menteri.

“Posisi tenaga ahli yang ditinggalkan Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz nantinya akan diisi oleh orang lain. Penentuan penggantinya menjadi kewenangan Menhaj,” kata Dahnil.

(Red)

Penulis