JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengajak berbagai elemen masyarakat, khususnya para arsitek, untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Visi Kota 2045. Ajakan itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Jakarta Architecture Festival 2026 di M Bloc Space, Jakarta, pada Selasa (27/10/26).
Wamen Ossy menjelaskan bahwa visi pembangunan kota ke depan diarahkan untuk mewujudkan kota yang padat dan terhubung, inklusif, serta tangguh dan berkelanjutan. Ia menegaskan, cita-cita tersebut tidak dapat dijalankan sendirian oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, akademisi, praktisi, termasuk para arsitek.
“Kami di Kementerian ATR/BPN siap berkolaborasi dari sisi legalitas tanah dan penyiapan regulasi tata ruang. Ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian penting yang bisa kita kembangkan bersama,” ujar Wamen Ossy. Menurutnya, pemerintah berperan menyusun kebijakan dan menjamin kepastian aturan, sementara pihak lainnya menyumbang keilmuan, inovasi, dan partisipasi aktif.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama. Para akademisi dapat menyumbang masukan berbasis riset, para arsitek dan pelaku usaha menghadirkan inovasi desain dan pembangunan, sedangkan masyarakat berperan menjaga dan memanfaatkan ruang sesuai peruntukannya. Sinergi ini diharapkan menciptakan tata ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga humanis dan berkelanjutan.
Wamen Ossy juga menyoroti peran nyata Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang telah berkontribusi dalam program 3 Juta Rumah melalui kegiatan bedah rumah di berbagai daerah. Hal itu disebutnya sebagai bukti bahwa profesi arsitek memiliki peran strategis langsung dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wamen Ossy tampil bersama Ketua Sub-Kelompok Perencanaan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sapta Satria Putra, praktisi perencana kota Yu Sing, serta Ketua RECEHPOL UI, Joko Adianto. Diskusi mengupas berbagai tantangan perencanaan kota dan solusi yang dapat ditawarkan melalui pendekatan arsitektur dan tata ruang.
Mengusung tema “Ambang Naung”, Jakarta Architecture Festival 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama. Harapannya, sinergi antar-pemangku kepentingan semakin diperkuat untuk mewujudkan tata ruang yang tertib, pembangunan berkelanjutan, serta pemanfaatan tanah yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.(Rizky Tile)