Berita

Alumni IMM Minta Kapolda Sumut Turunkan Propam Usut Dugaan Provokasi Polisi Saat Demo di Tapteng

15
×

Alumni IMM Minta Kapolda Sumut Turunkan Propam Usut Dugaan Provokasi Polisi Saat Demo di Tapteng

Sebarkan artikel ini
Alumni IMM Minta Kapolda Sumut Turunkan Propam Usut Dugaan Provokasi Polisi Saat Demo di Tapteng

Tapanuli Tengah —Kabarnusa24.com) Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., agar menindak tegas pihak-pihak yang diduga memprovokasi massa aksi hingga terjadi kericuhan di depan rumah pribadi milik Baktiar Ahmad Sibarani, di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Selain meminta penangkapan terhadap aktor provokator, Alumni IMM juga mendesak agar Propam Polda Sumatera Utara turun langsung untuk memeriksa dugaan keterlibatan oknum polisi dari Polres Tapanuli Tengah dalam peristiwa tersebut.

“Kami meminta Kapolda Sumatera Utara untuk segera memerintahkan dan menurunkan tim Propam guna mengusut oknum anggota Polres Tapanuli Tengah, khususnya yang bertugas di Unit Satintelkam, karena diduga ikut memprovokasi massa pendemo yang melintas di depan rumah kediaman Baktiar Ahmad Sibarani,” ujar Amirullah Hidayat, Alumni IMM Sumatera Utara, Jumat (31/10/2025).

Amir, yang dikenal sebagai aktivis senior di dunia demonstrasi jalanan, menilai insiden di depan rumah Baktiar Sibarani tidak seharusnya terjadi. Ia menegaskan bahwa undang-undang melarang aksi unjuk rasa dilakukan di rumah pribadi.

“Rumah pribadi tersebut diserang oleh sekelompok massa yang hendak berunjuk rasa ke Kantor DPRD. Sebagai aktivis yang sudah ribuan kali melakukan aksi, kami tahu bahwa tidak dibenarkan dalam kondisi apa pun melakukan unjuk rasa di rumah kediaman pribadi, sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” jelasnya.

Amir menilai bahwa ketokohan Baktiar Ahmad Sibarani di Tapanuli Tengah menjadi faktor yang memicu reaksi dari masyarakat pendukungnya.

“Sebagai tokoh yang dihormati, wajar bila pendukungnya tersinggung saat rumah beliau diserang massa. Hal itulah yang memicu sebagian warga melakukan penjagaan dan akhirnya menyebabkan situasi menjadi sedikit chaos,” sambungnya.

Ia juga menyoroti kelalaian aparat kepolisian dalam mengawal jalannya aksi, sehingga terjadi gesekan di lapangan. Untuk itu, Amir menegaskan pentingnya Propam Polda Sumut turun langsung menyelidiki peristiwa tersebut agar kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga,tutupnya.

(hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin