OpiniPendidikan

Hari Guru Nasional Jadi Sumber Keteladanan dan Tiang Negara

27
×

Hari Guru Nasional Jadi Sumber Keteladanan dan Tiang Negara

Sebarkan artikel ini
Hari Guru Nasional Jadi Sumber Keteladanan dan Tiang Negara

Oleh : Sutriachol Haris, Lc

Kabarnusa24.com,- Doa dan karya adalah menjadi hadir disatu titik, itulah ketika menggapai cita dan membina cinta telah menjadi bagian yang bulat ada dalam sosok keteladanan para guru sejati di NKRI.

Hal demikian itu bukan saja meluangkan kontribusi nyata dan aktif dalam khidmah bangsa pada dedikasi segenap multi pikiran, mencetak nilai intelektual sejalan dengan perasaan dan keseimbangan ilmu yang harus disampaikan dengan dalam kesesuaian.

Guru adalah laksana tiang negara jika para pejuang bangsa adalah telah manaruh titik sebagai pondasinya. Tiang yang menancap dalam kebawah dan menopang akan ketahanan keatas, itulah guru.

Bukan saja horizontal tapi juga vertikal. Guru berfungsi menopang skala struktur bangsa laksana sebuah tiang yang kokoh dalam bangunan megah pada negara.

Manakala guru adalah tiang negara suatu bangsa tak menaruh dan tak berhasrat untuk terus belajar dan belajar apalagi sampai tak menyukai ilmu dan sempitnya akan penyuguhan kepada rakyat nya akan pagelaran ilmu dengan berbagai disiplin nya.

Maka di sanalah suatu negara jangankan berharap akan ada kebangkitan menjadi Indonesia emas demi tercapainya titik perubahan bagi kemajuan bangsa yang majemuk.

Di mana ketika manakala negara itu absen dan lalai penghormatan kepada para guru dan selama itu negara tidak mencapai kemulian bangsa nya, maka tidak ada kehidupan bangsa abadi dalam kebaikan dan karunia limpahan dalam kesemakmuran.

Di Mesir di negara para Nabi, salah seorang guru nya Imam Syafi’i yaitu Imam Waki mengatakan : Tak akan diperoleh ilmu kecuali dengan 6 syarat; selain adanya cukup uang, cerdas, waktu yang panjang, sungguh-sungguh, juga harus ada nya “Sang Guru”.

Bagian dari sunnah Rasulillah ketika belajar mengajar dengan Manhaj Talaqqi. Artinya bahwa dalam metodologi proses giat belajar dan mengajar sebaik nya dilakukan dan disampaikan dengan berhadap – hadapan, bertatap langsung atau perjumpaan, baik daring, maupun tatap langsung dalam kelas, itu utama.

Di negara NKRI jangan sampai “Banyak Guru, Namun Sedikit yang Menggaji”. Banyak nya guru namun sedikit yang memberikan gaji mereka secara layak. Di sinilah negara wajib hadir secara perlindungan dan hak konstitusinya.

Bagi negara melalui Kemkomdigi RI bersama lintas K/L persempitlah lingkup udara via link, jejaring, game online, serta aplikasi yang berbau merusak moralitas, mentalitas anak – anak bangsa.

Di mana karena hal itulah yang membuat negara jauh dari cahaya Allah dan ilmu-Nya, lagi tak di bukakannya berkah dari langit ke buminya. Ingat bahwa HP adalah jelmaan guru kedua.

Kekalahan dan bangkrut nya bahkan hancur lebur nya suatu negara, karena sebenarnya bersumber dari kekurangan, kelemahan dan minus nya akan hadir nya para guru – guru sejati di NKRI yang ber – “Akidah Akhlak”

Ada salahsatu guru yang menuankan berguru kepada sosok guru, sekaligus suami nya ia adalah sosok seorang Ibu Kasur.

Dalam pandangan Ibu Kasur selain komunikasi dua arah antara guru dan orang tua murid dalam mengetahui bakat, watak dan perilaku anak.

Langkah yang tak kalah penting nya dilakukan setiap orangtua yakni menyalurkan bakat dan hobi anak sesuai minatnya. dikutip dari (Studio Seven Production. Men and Women of The Year 1994).

Kasur jadi simbol bangsa dalam eksistensi giat dan gerak pada bentuk pergerakan, perubahan bukan lama nya akan nyaman nya rebahan.

Apresiasi dengan adanya PPG, dunia pendidikan semoga dapat lebih baik. Tidak hendak seperti membersihkan lantai dengan sapu yang kotor, Apa jadinya.

Maka jangan maju, lantas. seperti Judol, oligarki, koruptor, parcok kenduri malah jadi bagian bersama di suatu tim reformasi.

Semangat terus tanpa mengenal lelah dan letih demi bangsa, agama dan negara kepada segenap guru dan para tenaga kependidikan di Republik Indonesia.

Selamat menjelang HGN (Hari Guru Nasional) 2025.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin