Jakarta — Kabarnusa24.com
Menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang akan digelar pada Desember mendatang, analis kebijakan publik sekaligus pejuang inklusi, Muhammad Rafihansyah, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya momentum tahunan ini bagi arah kebijakan pemerintah.
Rafihansyah menegaskan bahwa HDI bukan hanya seremoni, melainkan pengingat bahwa negara memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kesetaraan layanan, aksesibilitas ruang publik, dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas. “HDI harus dijadikan momen refleksi bersama. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha perlu bergerak dalam satu visi: Indonesia inklusif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari akses pendidikan inklusif, layanan kesehatan adaptif, hingga kesempatan kerja yang setara. Rafi mendorong pemerintah memperkuat komitmen implementasi regulasi yang sudah ada, serta meningkatkan kolaborasi dengan organisasi penyandang disabilitas.
“Ini kesempatan bagi kita untuk membuktikan bahwa inklusi bukan slogan. Penyandang disabilitas berhak mendapat ruang yang sama untuk berkembang,” tambahnya.
Peringatan HDI tahun ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan kebijakan dan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat disabilitas di seluruh Indonesia.
RED








