Berita

Ketua Fraksi PDIP Tapteng Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir–Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional

7
×

Ketua Fraksi PDIP Tapteng Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir–Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PDIP Tapteng Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir–Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional

TAPANULI TENGAH —Kabarnusa24.com) Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, Famoni Gulo, mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebagai Bencana Nasional. Desakan ini disampaikan menyusul besarnya jumlah korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan meluasnya wilayah terdampak.

Menurut Famoni, indikator yang muncul di lapangan sudah memenuhi ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Kepala BNPB Nomor 24 Tahun 2010 yang mengatur pedoman penetapan status dan tingkat bencana.

“Korban jiwa besar, infrastruktur rusak berat, aktivitas ekonomi terhenti, dan beberapa wilayah mulai mengalami penjarahan. Kondisi ini sudah masuk kategori bencana nasional,” ujar Famoni Gulo, Sabtu (6/12/2025).

Ia menegaskan bahwa bencana lintas provinsi ini membutuhkan kewenangan serta sumber daya pemerintah pusat untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan darurat, dan pemulihan wilayah.

Famoni menjelaskan sejumlah poin yang menjadi dasar desakannya, di antaranya:

Korban jiwa dalam jumlah besar

Kerusakan dan kerugian infrastruktur yang meluas

Wilayah terdampak mencakup lebih dari satu kabupaten/kota bahkan provinsi

Terganggunya fungsi pemerintahan daerah

Kemampuan daerah yang tidak memadai dalam menangani bencana secara mandiri

Hingga hari ke-12 pascabencana, proses pencarian korban masih berlangsung dan banyak daerah masih terisolasi, termasuk sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Pemulihan akan berlangsung sangat lama tanpa intervensi pemerintah pusat. Tapanuli Tengah menjadi daerah yang paling parah terdampak dan hampir seluruh wilayah merasakan dampaknya,” tegasnya.

Famoni berharap Presiden segera mengeluarkan keputusan resmi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terkoordinasi dengan pengerahan sumber daya nasional, termasuk percepatan pemulihan infrastruktur dan bantuan sosial bagi masyarakat,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin