BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan baru yang visioner, berkomitmen untuk menjadi solusi nyata bagi berbagai permasalahan masyarakat, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Salah satu fokus utama dalam periode ini adalah penguatan ekonomi umat sebagai langkah konkret mengentaskan kemiskinan di Jawa Barat.
Ketua MUI Jawa Barat Bidang Ekonomi Kh Lutfi Hermawansyah “Menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki kapasitas penuh untuk membebaskan masyarakat menuju kemakmuran.
Untuk mewujudkan hal tersebut, MUI Jabar tengah merumuskan langkah-langkah strategis yang akan dijalankan bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
Melawan Praktik Riba dan Bank Emok
Program ekonomi yang sedang disusun ini bertujuan utama untuk membebaskan masyarakat dari jeratan praktik ekonomi ribawi, seperti rentenir dan “bank emok” yang meresahkan.
MUI Jabar berencana mengoptimalkan peran masjid dengan menjadikannya sebagai ‘Crisis Center’.
“Kami sedang merumuskan program berbasis masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat solusi bagi warga yang terlilit utang atau memiliki ketidakmampuan ekonomi secara fundamental,” ujar Lutfi
Tiga Legacy Utama MUI Jawa Barat
Dalam masa jabatan lima tahun ke depan, MUI Jawa Barat menargetkan tiga peninggalan (legacy) besar bagi masyarakat, yaitu:
Kehidupan Beragama yang Lebih Baik: Mendorong masyarakat Jawa Barat menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Harmoni dan Toleransi: Meningkatkan semangat saling menyayangi (silih asah, silih asuh, silih asih) antarumat beragama, sesuai dengan sifat utama Tuhan, Ar-Rahman dan Ar-Rahim.
Kecerdasan dan Literasi: Meningkatkan kualitas pemikiran, kecerdasan, serta pemahaman masyarakat terhadap ilmu agama dan pengetahuan umum.
Dengan langkah-langkah nyata ini, MUI Jawa Barat berharap kehadirannya tidak hanya dirasakan sebagai lembaga formal, tetapi sebagai pendamping masyarakat dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin.**Pungkasnya







