JAKARTA, KABARNUSA24.COM || Kegiatan penggalian jaringan perpipaan di Jalan Rawajati Barat Kecamatan Pancoran Jaksel disorot publik lantaran diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Di lokasi proyek, sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas pada malam hari pukul 19.00 wib penggalian tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai dan abaikan keselamatan kerja. Hingga pekerjaan proyek jaringan perpipaan memicu kemacetan dan terganggunya aktivitas masyarakat sekitar Rawajati Barat Pancoran Jakarta Selatan.
Galian pipa yang tidak di ketahui dari sumber dananya anggaran nya karena tidak terlihat papan informasi sekitar proyek selain itu galian tanah berserakan mengotori Lingkungan.
Salah seorang Pengamat yang sehari-hari nya sering melintas jalan Rawajati Barat Tambubolon menuturkan, coba dilihat saja di sepanjang galian di depan pemukiman masyarakat tanah tersebut berserakan dan sangat mengganggu pengendara R2 R4 dan warga bahkan tanah galian yang mengotori ruas jalan tersebut pasti tidak sedikit masuk ke saluran drainse sehingga akan menyumbat aliran air.
“Saya berharap ke pihak pelaksana kegiatan segera melakukan galian jangan sampai ganggu aktivitas masyarakat yang sehari-hari melintas jalan ini. Seandainya hujan turun jalanan ini akan licin, tanah galian ini juga tambah membahayakan pengguna jalan,” Ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/05/26).
Ketiadaan helm proyek, rompi pelindung, sepatu boots, hingga perlengkapan lain, dapat memicu kecelakaan kerja serius. Demikian juga dengan tidak adanya papa informasi proyek di sekitar area galian, dari pihak Kontraktor mana yang mengerjakan proyek jaringan perpipaan tersebut.
Pengamat Tambubolon menegaskan pentingnya penerapan aturan keselamatan. “Keselamatan kerja tidak bisa dianggap sepele. APD adalah perlindungan utama pekerja. Jika diabaikan, risiko kecelakaan sangat tinggi dan kontraktor bisa dikenai sanksi hukum,” Ujarnya.(Rizky Tile)







