DaerahKriminal

Dua Ojol Kamtibmas Jadi Korban Pengeroyokan di Pasar Baru Indramayu, Keluarga Korban Minta Pelaku Diproses Hukum

48
×

Dua Ojol Kamtibmas Jadi Korban Pengeroyokan di Pasar Baru Indramayu, Keluarga Korban Minta Pelaku Diproses Hukum

Sebarkan artikel ini
Dua Ojol Kamtibmas Jadi Korban Pengeroyokan di Pasar Baru Indramayu, Keluarga Korban Minta Pelaku Diproses Hukum

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Dua pengemudi ojek online (ojol) Kamtibmas di Kabupaten Indramayu berinisial A (24) dan F (31) diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh seorang bos juragan kelapa bersama kelompoknya di kawasan Pasar Baru Indramayu, Rabu malam (27/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut keterangan narasumber, proses penanganan perkara tersebut hingga kini masih berlangsung. Pada hari ini, pihak kepolisian disebut telah melakukan pemanggilan terhadap saksi dan korban untuk dimintai keterangan di Polsek Indramayu.

Peristiwa bermula saat korban F (31) selesai menurunkan penumpang di area pasar dan meminggirkan kendaraannya. Tidak lama kemudian, datang sekelompok orang yang diduga dalam pengaruh alkohol dan langsung bersikap arogan terhadap korban.

Korban F yang merasa tidak melakukan kesalahan sempat menanyakan maksud tindakan para pelaku. Namun, bukannya mendapat penjelasan, korban justru diduga langsung menerima pukulan dari para pelaku.

Tak lama berselang, korban A (24) datang ke lokasi setelah melihat keributan dan mengetahui rekannya sedang dikeroyok. Korban A berniat melerai sekaligus menanyakan permasalahan yang terjadi, namun ia juga diduga mengalami penganiayaan oleh salah satu pelaku.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami sejumlah luka-luka.

Usai kejadian, korban bersama rekan-rekan ojol melapor ke Polsek Indramayu. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, tiga orang pelaku sempat diamankan, sementara dua lainnya melarikan diri.

Namun, menurut keterangan para ojol, ketiga pelaku yang sempat diamankan tersebut disebut kembali dilepaskan. Salah satu oknum anggota kepolisian diduga menyarankan agar perkara dialihkan ke Polres dengan alasan mengenali para pelaku dan korban saat itu belum membuat laporan resmi.

Situasi sempat memanas dan terjadi cekcok antara para pelaku dengan rekan-rekan ojol yang datang ke Polsek Indramayu.

Ketiga pelaku kemudian kembali diamankan. Akan tetapi, saat pihak korban dimintai keterangan dan hendak melakukan visum, para pelaku kembali dilepaskan dengan alasan masih berada dalam pengaruh alkohol.

“Katanya dipulangkan dulu supaya sadar,” ujar salah seorang sumber menirukan ucapan oknum polisi di Polsek Indramayu.

Warga sekitar juga menyebut para pelaku dikenal kerap bersikap arogan. Bahkan, menurut warga, mereka pernah diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pengemis dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, keluarga korban A (24) dan F (31) menegaskan menolak upaya damai karena dinilai tidak ada itikad baik dari pihak pelaku.

Keluarga korban juga menyoroti dugaan kedekatan salah satu pelaku dengan oknum aparat. Pasalnya, pada pagi hari setelah kejadian, salah satu pelaku disebut terlihat makan bersama seorang oknum polisi di lingkungan Polsek Indramayu.

Hingga kini, keberadaan para pelaku disebut belum diketahui. Keluarga korban meminta pihak kepolisian bertindak tegas dan memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, pihak Polsek Indramayu disebut masih menangani kasus tersebut secara serius.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin