Indramayu, kabarnusa24.com Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada harga sejumlah komoditas di Pasar Baru Indramayu. Dalam beberapa pekan terakhir, harga rempah-rempah dan kacang-kacangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah bawang putih. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp28 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp35 ribu per kilogram. Selain itu, harga kemiri, ketumbar, dan bawang bombai juga ikut meningkat.
Munadi (63), pedagang rempah-rempah di Pasar Baru Indramayu, mengatakan kenaikan harga tersebut berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Menurutnya, banyak pelanggan yang biasanya berbelanja dalam jumlah besar kini memilih mengurangi pembelian.
Untuk menjaga perputaran barang dagangan, para pedagang terpaksa mengurangi margin keuntungan.
“Yang penting barang cepat keluar. Sekarang paling ambil untung Rp300 saja,” ujar Munadi.
Keluhan serupa juga disampaikan Juhanah, pedagang kacang-kacangan di pasar tersebut. Ia mengaku pendapatannya menurun karena banyak pelanggan mulai berhemat di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Ririn (46), warga Kecamatan Sindang, berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan yang dapat membebani ekonomi masyarakat.
“Kami berharap harga-harga bisa kembali stabil karena kebutuhan rumah tangga semakin banyak, sementara penghasilan tidak bertambah,” katanya.
Kenaikan harga sejumlah komoditas ini menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha kecil, terutama karena berdampak langsung terhadap daya beli serta biaya hidup sehari-hari.







