Daerah

IPARI Lumajang Teguhkan Arah Baru Penyuluhan Agama, Perkuat Kolaborasi dan Dakwah Digita untuk Masyarakat

13
×

IPARI Lumajang Teguhkan Arah Baru Penyuluhan Agama, Perkuat Kolaborasi dan Dakwah Digita untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
IPARI Lumajang Teguhkan Arah Baru Penyuluhan Agama, Perkuat Kolaborasi dan Dakwah Digita untuk Masyarakat
oplus_2

IPARI Lumajang Teguhkan Arah Baru Penyuluhan Agama, Perkuat Kolaborasi dan Dakwah Digita untuk Masyarakat

LUMAJANG, kabarnusa.24.com.Rabu,15/7/2026 – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Lumajang periode 2026–2030 mengikuti pelatihan dan pembinaan sebagai langkah memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menyatukan visi penyuluh agama dalam menghadapi tantangan pelayanan keagamaan di era digital.

Kegiatan yang berlangsung di Hall Hotel Prima, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, itu diikuti sekitar 170 peserta yang terdiri atas pengurus dan penyuluh agama dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.

Pelatihan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk membangun organisasi yang lebih adaptif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan moderasi beragama, pendampingan sosial, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Ketua Umum IPARI, Sukan, SH., M.Pd I., menegaskan bahwa penyuluh agama tidak cukup hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan bukti nyata pengabdian di tengah masyarakat.

“IPARI adalah wadah pengabdian. Masyarakat membutuhkan kehadiran penyuluh agama yang mampu mendengar, mendampingi, dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Kita harus membangun organisasi ini dengan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kolaborasi,” ujarnya.

Menurut Sukan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, penyuluh agama dituntut mampu hadir di ruang digital dengan menghadirkan konten-konten positif yang menyejukkan serta memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Ia menilai IPARI harus meninggalkan pola kerja lama yang bersifat pasif dan mulai bergerak menjadi organisasi yang inovatif, terbuka terhadap perubahan, serta mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“IPARI harus menjadi rumah bersama yang melahirkan kolaborasi, inovasi, serta meningkatkan kompetensi anggotanya. Dengan begitu, kehadiran penyuluh agama benar-benar memberi dampak yang kuat, membangun kerukunan, memperkuat kepercayaan diri masyarakat, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia di era teknologi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Ahmad Faisol, menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, citra dan kinerja penyuluh agama menjadi wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat sehingga profesionalisme harus terus dijaga.

“IPARI merupakan garda terdepan Kementerian Agama. Karena itu, seluruh pengurus harus menjaga integritas, fokus pada tugas pelayanan, serta terus meningkatkan kualitas kinerja melalui sinergi dengan Kelompok Kerja Madrasah, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Faisol.

Ia juga mendorong pengurus IPARI yang baru dilantik agar berani melakukan evaluasi, menciptakan berbagai terobosan, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang lebih efektif.

Menurutnya, penyuluh agama harus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman sehingga dakwah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita harus menghadirkan konten-konten positif yang mendidik. Penyuluh agama tidak boleh tertinggal oleh perkembangan teknologi. Justru kita harus mampu menjadikan ruang digital sebagai media dakwah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Faisol berharap kepengurusan baru IPARI mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

Senada dengan itu, Sukan berharap pelatihan dan pembinaan ini menjadi titik awal lahirnya penyuluh agama yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Harapan kami, seluruh pengurus IPARI semakin kompak, terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat inovasi, dan menghadirkan pelayanan keagamaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, IPARI diharapkan mampu menjadi organisasi yang semakin maju sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Lumajang yang inklusif, religius, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(D.S)

 

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin