Indramayu, kabarnusa24.com Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus berkomitmen meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, khususnya sektor perikanan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan diseminasi inovasi produk Bandeng Cabut Duri Khas Pesisir Utara Indramayu Rasa Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan IPB University.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjawab kebutuhan para pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, serta UMKM di Kabupaten Indramayu agar mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui inovasi tersebut, komoditas bandeng yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam kondisi segar didorong menjadi produk olahan modern yang praktis, higienis, bercita rasa khas pesisir Indramayu, serta memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar regional maupun nasional.
Dalam kolaborasi ini, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University berperan sebagai mitra riset melalui Program EQUITY DAPT 2025/2026.
Program tersebut bertujuan menghadirkan hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat diimplementasikan secara langsung di masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi daerah.
Selain menghadirkan inovasi produk, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer teknologi dan peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha perikanan di Indramayu.
Dengan demikian, diharapkan UMKM mampu menghasilkan produk olahan yang memenuhi standar mutu, memiliki daya simpan lebih lama, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pantauan di lokasi, kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pendampingan kepada masyarakat dalam proses pengembangan, produksi, hingga pemasaran produk olahan bandeng berbasis inovasi tersebut.







