Berita

Viral Foto “Pie Kabare?? Lebih Enak Jaman Ku”, Korban Banjir Sibuluan Indah: “Enak Dari Mana? Rumah Kami Hanyut, Bantuan Tak Kunjung Datang”

21
×

Viral Foto “Pie Kabare?? Lebih Enak Jaman Ku”, Korban Banjir Sibuluan Indah: “Enak Dari Mana? Rumah Kami Hanyut, Bantuan Tak Kunjung Datang”

Sebarkan artikel ini
Viral Foto "Pie Kabare?? Lebih Enak Jaman Ku", Korban Banjir Sibuluan Indah: "Enak Dari Mana? Rumah Kami Hanyut, Bantuan Tak Kunjung Datang"

TAPANULI TENGAH, 31 Juli 2026 –Kabarnusa24.com)Media sosial di Kabupaten Tapanuli Tengah kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto Bupati Tapanuli Tengah yang disertai tulisan “Pie Kabare?? Lebih Enak Jaman Ku”. Tulisan tersebut memicu beragam reaksi, terutama dari warga yang hingga kini masih mengaku berjuang bangkit setelah banjir bandang menerjang Kelurahan Sibuluan Indah pada 25 November lalu.

 

Bagi sebagian korban, kalimat itu justru menjadi pengingat atas luka yang menurut mereka belum benar-benar dipulihkan. Mereka mengaku masih menunggu kejelasan bantuan, sementara kehidupan harus terus berjalan di tengah keterbatasan.

 

Salah seorang korban banjir berinisial S mengaku tidak habis pikir jika ada yang menyebut keadaan sekarang lebih baik. Menurutnya, rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggal keluarganya telah hilang diterjang banjir, sementara hingga kini ia merasa belum memperoleh bantuan yang layak.

 

“Bagaimana bisa disebut enak? Rumah kami sudah tidak ada lagi. Kami kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda, bahkan kehilangan mata pencaharian. Sampai hari ini kami merasa belum mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya,” ujarnya.

 

Ia juga mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan. Menurut pengakuannya, ada warga yang rumahnya hanya terdampak lumpur lebih dahulu menerima bantuan, sedangkan dirinya yang kehilangan rumah mengaku belum menerima bantuan yang diharapkan. Pernyataan tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan narasumber dan masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait.

 

Keluhan serupa datang dari Rendi, warga Pondok Saroh. Ia mengatakan kepercayaan masyarakat mulai memudar karena menurutnya janji pencairan Jaminan Hidup (Jadup) telah beberapa kali disampaikan, tetapi hingga kini belum terealisasi.

 

“Kami sudah berkali-kali mendengar Jadup akan cair. Pernah disebut hari Kamis, kemudian disebut lagi awal bulan Juli. Sampai sekarang belum juga cair. Wajar kalau masyarakat kecewa karena yang dipegang masyarakat adalah ucapan pemimpin,” kata Rendi.

 

Menurut Rendi, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pascabencana. Ia berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan janji, tetapi juga memberikan kepastian yang dapat dirasakan langsung oleh warga terdampak.

 

Rendi juga membandingkan kondisi saat ini dengan masa pemerintahan sebelumnya. Menurut penilaiannya, dahulu bantuan untuk masyarakat kecil seperti nelayan, tukang becak, dan kelompok rentan lainnya lebih sering terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

 

Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai kinerja pemerintah. Menurutnya, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak cukup diukur dari publikasi atau pencitraan, melainkan dari sejauh mana korban bencana, masyarakat miskin, dan kelompok rentan benar-benar merasakan kehadiran negara.

 

Viralnya foto bertuliskan “Pie Kabare?? Lebih Enak Jaman Ku” dinilai mencerminkan adanya suara kritik yang berkembang di tengah masyarakat. Terlepas dari siapa pembuatnya, unggahan tersebut menjadi bahan perbincangan karena dianggap mewakili kekecewaan sebagian warga terhadap penanganan pascabencana.

 

Di sisi lain, persoalan bantuan bagi korban bencana merupakan isu yang menyangkut hak masyarakat dan penggunaan anggaran publik. Karena itu, transparansi mengenai data penerima, dasar penetapan, serta progres penyaluran bantuan menjadi penting agar tidak menimbulkan dugaan pilih kasih ataupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan pencairan Jadup, distribusi bantuan, dan langkah-langkah penanganan korban banjir. Penjelasan yang transparan dapat membantu menjawab keresahan warga sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

 

Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari Bupati Tapanuli Tengah terkait beredarnya foto viral tersebut maupun pernyataan warga mengenai bantuan pascabencana. Apabila pemerintah daerah memberikan klarifikasi atau hak jawab, media akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin