Kabarnusa24.com , Palembang – Kasus dugaan penyiraman air keras yang terjadi di kawasan Mataram, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, yang menyebabkan korban mengalami luka bakar, kini menjadi sorotan publik. Tonny Saputra dari Tim Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat SOMASI turut angkat bicara dan meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas perkara ini secara menyeluruh.
Tonny menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku eksekutor saja. Pihaknya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas, mengungkap jaringan, hingga menangkap aktor intelektual yang diduga berada di balik kejadian tersebut.
“Kejadian penyiraman air keras ini sangat keji dan meresahkan masyarakat. Korban mengalami luka bakar yang menyakitkan. Kami minta aparat tidak hanya menangkap yang menyiram, tapi juga harus mengungkap siapa yang menyuruh, siapa yang mendalangi. Aktor intelektual di balik kasus ini juga harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Tonny.
“Tolong sampaikan kepada Bapak Kapolsek, bantu dulu Laporan Polisi (LP) saya ini diproses dengan serius. Jangan sampai laporan masyarakat dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan perkembangannya. Kami ingin keadilan berjalan,” ungkap Tonny.
Pihak LSM SOMASI menegaskan bahwa tindakan kekerasan dengan cara menyiram air keras adalah tindakan yang keji dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Masyarakat berhak hidup aman tanpa rasa takut di lingkungannya sendiri.
“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika diperlukan, kami siap mendampingi korban demi tercapainya keadilan yang sesungguhnya. Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku, namun jika terbukti bersalah, hukum harus berjalan tegas tanpa pandang bulu,” pungkas Tonny.







