DEPOK, KABARNUSA24.COM
Kondisi memprihatinkan dan memalukan terjadi tepat di lingkungan pendidikan. Aliran kali yang berada di sebelah SDN Sawangan 01, Jalan Raya Muchtar, kini tertutup tumpukan sampah. Sampah tidak hanya menyumbat aliran air, tetapi juga ditakutkan penyebaran penyakit ke masyarakat hingga pelajar SDN Sawangan 01. Padahal setiap hari ratusan anak-anak belajar dan beraktivitas di sekolah tersebut.
Sampah plastik, sisa makanan, dan barang bekas terlihat menumpuk di sepanjang aliran kali. Air yang seharusnya mengalir jernih kini berubah menjadi hitam pekat dan berbau tidak sedap. Lokasi ini berada tepat di area sekolah, sehingga para siswa, guru, maupun warga sekitar harus setiap hari menghirup udara yang tidak sehat, Jum’at (04/09/26).
Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial Politik Ley Bolon atas kelalaian ini buka suara. “Ini bukti nyata bahwa pelayanan kebersihan di Depok gagal total. Di samping sekolah dasar, tempat anak-anak belajar, kali dibiarkan penuh sampah tanpa ada yang membersihkan. Apakah petugas kebersihan tidak pernah lewat? Atau memang sengaja diabaikan?” Ujarnya.
Pengamat Ley Bolon menyoroti dua bahaya besar yang mengancam. “Pertama, ancaman kesehatan. Bau busuk dan tumpukan sampah itu sarang penyakit demam berdarah, diare, gangguan pernapasan. Anak-anak yang paling rentan. Kedua, ancaman banjir. Sampah menyumbat aliran kali, begitu hujan turun, air pasti meluap dan membanjiri jalan serta halaman sekolah. Itu bencana yang sudah bisa diduga sebelumnya,” Ujarnya.
Lebih ironis, warga sudah membayar retribusi kebersihan setiap bulan. “Warga sudah bayar retribusi, tapi sampah justru menumpuk di mana-mana. Kalau di jalan tersembunyi mungkin masih bisa dimaklumi, ini di sebelah sekolah, di jalan raya utama. Ke mana perginya anggaran kebersihan itu? Apakah hanya untuk rilis berita dan foto kegiatan, bukan untuk mengangkut sampah yang nyata?” Ujarnya.
Orang tua murid pun mulai gelisah. Selama berminggu-minggu kondisi ini tidak berubah. Setiap pagi anak-anak harus melewati bau sampah yang menyengat hanya untuk masuk ke sekolah. Belum ada kejelasan kapan sampah akan dibersihkan.
Pengamat Ley Bolon mendesak Pemerintah Kota Depok untuk tidak menunda lagi. “Jangan menunggu ada anak sakit atau banjir besar baru bergerak. Itu sudah terlambat. Segera turunkan tim kebersihan, bersihkan kali ini sampai tuntas, lalu cari tahu siapa yang membuang sampah sembarangan di lokasi ini. Jangan biarkan sekolah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka!” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pembersihan dari pihak terkait. Sampah terus menumpuk di aliran kali sebelah SDN Sawangan 01, sementara para siswa tetap harus beraktivitas di tengah lingkungan yang tidak sehat setiap harinya.(Rizky Tile)







