Kabarnusa24.com
SUBANG -Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat. Salah satu cara yang ditempuh yakni memperkuat integrasi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menegah kejuruan (SMK) dengan pihak industri.
Kedua belah pihak akan dijembatani untuk berkolaborasi menyiapkan siswa SMA dan SMK agar memiliki keahlian teknis yang dibutuhkan pihak industri. Tak sampai di situ, menurut Dedi, perlu juga diadakan kejuruan di SMK yang memiliki spesifikasi khusus pada bidang industri. Dengan begitu, saat siswa lulus sekolah, mereka bisa langsung terserap industri.
“Ke depan, tenaga teknis harus dipersiapkan sejak kelas 10 SMA dan SMK. Nanti kelasnya terintegrasi (dengan industri),” kata KDM saat menghadiri peresmian pabrik kendaraan listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kamis (3/9/2026).
Meningkatnya penyerapan tenaga kerja oleh pihak industri akan menciptakan kelas menengah baru.
Pada acara itu, KDM menyempatkan diri melihat proses manufaktur kendaraan listrik dan berinteraksi dengan para pekerja. Ia pun senang mengetahui para pekerja berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Hal itu menunjukkan adanya penyerapan tenaga kerja lokal oleh pabrik BYD.
Ia berharap setiap investasi yang masuk ke Jabar dapat membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing Jawa Barat.
Dampaknya, Jawa Barat dapat terus memperkuat posisinya sebagai motor ekonomi nasional dan lokomotif investasi industri manufaktur Indonesia.
Sumber : HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
(Jaka)







