JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat penipuan siber kelas kakap yang memanfaatkan teknologi canggih “Fake BTS” (Base Transceiver Station) atau BTS bayangan.
Jaringan ini menyasar para pengguna ponsel di sepanjang rute Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta untuk membobol kartu kredit dengan modus SMS palsu yang mencatut nama bank ternama dan e-commerce.
Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan lima orang tersangka yang memiliki peran berbeda, mulai dari penyandang dana, teknisi, hingga operator di lapangan.
Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya, AKBP Grawas Sugiharto, membeberkan secara blak-blakan cara kerja komplotan ini saat menggelar jumpa pers di Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/26).
Menurut Grawas, kasus ini terendus setelah adanya laporan dari tiga orang korban yang mendadak menerima SMS berisi tautan (link) promo palsu. Setelah ditelusuri, pesan berantai tersebut rupanya dikirimkan menggunakan alat SMS Blaster melalui spektrum frekuensi GSM yang dimanipulasi agar menyerupai pemancar sinyal operator resmi.
“Para pelaku sengaja mengoperasikan BTS bayangan ini untuk menyebarkan ribuan pesan pendek secara acak ke ponsel warga yang berada di radius jangkauan mereka,” ujar Grawas di hadapan media.
Aksi komplotan ini akhirnya terhenti pada 31 Juli 2026 lalu. Tim penyidik yang sudah mengintai mencurigai gerak-gerik sebuah mobil perak bernomor polisi B 2755 XXX. Mobil tersebut bergerak sangat lambat dan terus berputar-putar di sekitar jalur layang maupun bawah tanah MRT.
Petugas yang sigap langsung melakukan pencegatan dan menggeledah isi mobil. Di dalam kendaraan, polisi mendapati seorang pria berinisial GM yang tengah sibuk mengoperasikan perangkat elektronik pemancar sinyal.
Tak butuh waktu lama jajaran Polda Metro Jaya untuk melakukan pengembangan. Dari nyanyian GM, polisi berturut-turut menciduk NL yang bertugas mencari armada mobil, serta AGW selaku pemodal seluruh ongkos operasional kejahatan ini.
Pengejaran tidak berhenti di situ. Berbekal pemeriksaan forensik digital, penyidik Cyber Crime kembali mencangking dua aktor penting lainnya. Mereka adalah JYI, teknisi ahli yang merakit perangkat Fake BTS agar bisa bekerja portabel di dalam mobil, serta AD, otak di balik penyusunan konten SMS tipuan agar korbannya teperdaya.
Dari tangan para tersangka, aparat menyita satu unit mobil perak, rangkaian utuh alat Fake BTS (termasuk aki, penguat sinyal, dan catu daya), lima unit ponsel, serta sejumlah buku rekening dan kartu ATM yang digunakan untuk menampung hasil kejahatan.
Saat ini, kelima tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian menegaskan masih terus melakukan pengembangan di lapangan guna memburu kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan serupa yang masih berkeliaran.(Rizky Tile)







