Berita

Sambut Hari Santri Nasional 2026, GP Ansor Nonggunong Ziarah ke Makam Wali dan Ulama di Pulau Sapudi

3
×

Sambut Hari Santri Nasional 2026, GP Ansor Nonggunong Ziarah ke Makam Wali dan Ulama di Pulau Sapudi

Sebarkan artikel ini
Sambut Hari Santri Nasional 2026, GP Ansor Nonggunong Ziarah ke Makam Wali dan Ulama di Pulau Sapudi

SUMENEP, Kabarnusa24.Com – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar ziarah ke sejumlah makam wali dan ulama terdahulu di Pulau Sapudi, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan yang diikuti kader GP Ansor bersama sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muslimat NU, dan Fatayat NU tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Nonggunong.

Ziarah ini bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam para wali, melainkan juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam, merawat tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.

Ketua PAC GP Ansor Nonggunong, Sibawi, mengatakan bahwa kegiatan ziarah berlangsung selama satu hari, mulai pukul 07.30 WIB hingga 12.30 WIB.
Menurutnya, para wali dan ulama terdahulu memiliki jasa besar dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat, khususnya dalam menyebarkan Islam yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kami berziarah ke makam para wali dan ulama terdahulu yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingat kembali perjuangan mereka sekaligus meneladani nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi sekarang,” ujar Sibawi.

Telusuri Jejak Dakwah Para Wali di Pulau Sapudi
Dalam rangkaian ziarah tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah asta atau makam yang dikenal memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Pulau Sapudi.

Perjalanan diawali dengan ziarah ke Asta Sotapraje di Karpote, Desa Nonggunong.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah makam wali dan ulama lainnya, di antaranya Asta Belingi yang dikenal sebagai makam Sunan Wirokromo di wilayah Gendang Timur, Asta Nyamplong yang dikaitkan dengan Sunan Adi Podey, serta makam Mbah Angganeti di Cenlecen dan Mbah Maimuna di Kaladi.

Di setiap lokasi, para peserta mengisi kegiatan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar spiritual untuk mengenang jasa para pendahulu.

Sibawi menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat para kader Ansor dalam menjaga tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama serta meneruskan perjuangan para ulama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Perjuangan dan jasa para wali serta ulama patut kita kenang bersama. Mereka telah meletakkan dasar dakwah dan memberikan keteladanan yang sangat berharga. Karena itu, generasi sekarang, khususnya kader Ansor, harus mampu mengambil pelajaran dari perjuangan mereka,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ziarah tersebut menjadi sarana syiar kepada masyarakat agar tidak melupakan keberadaan makam para pendahulu yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan dakwah Islam di Pulau Sapudi.

Menurutnya, mengenal sejarah para wali dan ulama merupakan bagian penting dalam menjaga identitas keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa hormat terhadap perjuangan generasi terdahulu.

Perkuat Kecintaan Kader Ansor kepada Ulama dan NU
Senada dengan Sibawi, Sekretaris PAC GP Ansor Nonggunong, Ustaz Rosi, menyampaikan bahwa ziarah wali diharapkan dapat semakin mengukuhkan kecintaan para pengurus dan kader Ansor kepada Nahdlatul Ulama serta para ulama.

Ia menilai, kegiatan tersebut tidak hanya penting sebagai bagian dari tradisi keagamaan NU, tetapi juga sebagai media pembelajaran sejarah dan penanaman nilai-nilai perjuangan bagi kader muda.

“Selain menjadi bagian dari tradisi NU, ziarah ini merupakan bentuk syiar agar kita senantiasa mengingat perjuangan para pendahulu yang telah menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kami berharap kegiatan ini dapat dijadikan agenda rutin setiap tahun oleh PAC GP Ansor Nonggunong,” ungkapnya.

Lebih jauh, momentum ziarah yang dilaksanakan menjelang Hari Santri Nasional 2026 ini juga menjadi pengingat bagi para santri dan kader muda bahwa kehidupan merupakan amanah yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, keimanan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, GP Ansor Nonggunong berharap semangat perjuangan para wali dan ulama dapat terus hidup dalam diri generasi muda, sehingga nilai-nilai Islam yang damai, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi persaudaraan tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat.

Ziarah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, Karena itu, mengenang perjuangan para pendahulu hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui amal kebaikan, pengabdian, dan komitmen untuk meneruskan perjuangan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin.

Penulis